oleh

KTL Diresmikan, Pengguna Jalan Wajib Taat Berlalu Lintas

**Wabup: KTL Pro Jangan Tebang Pilih

AIMAS – Kawasan Tertib Lalu Lintas Prokes (KTL Pro) di Kabupaten Sorong resmi diterapkan di jalan Klamono KM 18,5 sampai KM 19,5, Rabu (16/6). Kawasan sepanjang 1 KM ini sudah dilengkapi dengan marka jalan, rambu bahkan pos operasi KTL Pro yang disana akan standby petugas gabungan dari Polres Sorong, Dishub, Satpol PP dan Satgas covid-19 Kabupaten Sorong.

PMB OPBJJ-UT Sorong

Dirlantas Polda Papua Barat, Kombes Pol Raydian Kokrosono, S.IK, MH mengungkapkan beberapa tujuan yang mendasari lahirnya KTL di Papua Barat antara lain untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas dengan terpeliharanya lalu lintas yang aman, selamat, tertib dan lancar. Selain itu juga untuk meningkatkan ketertiban berlalu lintas di masing-masing wilayah serta untuk peningkatan prokes guna penekanan angka positif covid-19.

“Selain pelanggaran lalu lintas yang akan ditegakkan, ada juga pelanggaran protokol kesehatan misalnya tidak memakai masker. Selanjutnya pelanggaran yang dilakukan oleh PKL yang berpotensi mengganggu keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas,” ujar Raydian.

Rencananya, KTL Pro akan dilaksanakan selama 3 bulan, yang dimulai dari tahap sosialisasi pada satu bulan pertama. Tahap sosialisasi disertai dengan penindakan pada 1 bulan ke-2, dan penindakan baik teguran maupun langsung melalui media e-tilang. Kemudian pada satu bulan terakhir dilakukan evaluasi dengan sosialisasi, penindakan dan pemberian reward kepada KTL Pro terbaik. Selanjutnya, akan dievaluasi kembali terkait keberhasilan pelaksanaan KTL Pro, apakah nantinya akan dilanjutkan di lokasi yang sama atau berpindah ke lokasi yang berbeda.

Wakil Bupati Sorong, Suka Harjono,S.Sos, M.Si mengatakan dengan adanya KTL yang menerapkan e-tilang diharapkan bisa meningkatkan PAD. Namun, lebih daripada itu, tujuan utamanya adalah tetap untuk keselamatan jiwa pengendara itu sendiri. Selain itu, bupati juga menegaskan agar penerapan KTL tidak boleh dilakukan tebang pilih.

“Tidak boleh tebang pilih, pelaksanaannya harus transparan untuk siapapun, baik pejabat maupun masyarakat. Saya juga termasuk, karena selama ini tidak pernah pakai sabuk pengaman. Tidak bisa tipu-tipu lagi karena surat e-tilang akan dikirimkan langsung kepada masing-masing pengendara yang melanggar. Lalu dendanya langsung dibayarkan melalui bank BRI,” jelas Wabup.

Kapolres Sorong AKBP Robertus Alexander Pandiangan, S.IK, MH menambahkan alasan dipilihnya Jalan Klamono KM 18,5 sampai dengan KM 19,5 sebagai kawasan penerapan KTL Pro adalah karena kawasan tersebut merupakan pusat keramaian di Kota Baru Aimas. Jalan tersebut adalah jalan yang dilintasi pengendara dari dan ke Kota/Kabupaten Sorong, Kabupaten Maybrat dan Kabupaten Sorong Selatan.

“Ini kawasan yang sangat strategis karena dilalui untuk menuju ke kota dan beberapa kabupaten, sehingga ditetapkan menjadi KTL Pro di Kabupaten Sorong. Dan sesuai arahan Kapolda, sesuai imbauan dari Gubernur dan Pak Wakil Bupati Sorong juga, bahwa tentu saja penerapan sanksi terhadap pelanggaran yang dilakukan akan kami berikan bagi semua orang. Baik itu pejabat, masyarakat sipil ataupun masyarakat lainnya seperti itu termasuk wartawan bahkan polisi atau tentara sekalipun,” tukas Kapolres. (ayu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed