oleh

Kritik di Medsos Walkot Soroti DPR

-Metro-139 views

SORONG-Melihat berbagai kritikan dan saran yang disampaikan oleh beberapa Anggota DPR terhadap Pemerintah Kota Sorong melalui media sosial. Wali Kota Sorong, Drs Ec Lambert Jitmau, MM meminta agar anggota DPRD Kota Sorong ketika memberikan kritikan dan saran harus melalui lembaga terhormat yang dituangkan di dalam laporan fraksi maupun laporan komisi.

Wali Kota Sorong, Drs. Ec Lambert Jitmau, MM menjelaskan sebanyak 30 orang anggota Dewan Kota Sorong merupakan anggota yang terhormat, sehingga ketika berbicara ke public pun harus terhormat dengan berada  di dalam gedung DPRD bukan melalui media sosial seperti facebook ataupun ketika berada di warung kopi.

 “Tidak boleh memberikan kritikan dan saran di warung kopi atau ketika berada di pantai, padahal pantai itu tempat rekreasi, mau taruh dimana wibawa pemeritahannya,”jelasnya kepada awak media kemarin (6/7) usai melaksanakan Pembukaan Rapat Paripurna VI DPRD Kota Sorong tahun 2020, dalam rangka penyerahan materi rancangan KUA dan PPAS tahun anggaran 2021 Pemerintah Kota Sorong, di Ruang Sidang DPRD Kota Sorong.

Sebenarnya, ketika anggota dewan ingin memberikan kritik maupun saran, kata Lambert, bisa dituangkan di dalam laporan komisi dan diserahkan kepada pemerintah dan ia pun akan menjawab dari segi baiknya maupun dimana kekurangannya.

“Dimana jawaban pemerintah terhadap saran usul tadi dan itu alur dan mekanisme. Baik dimana dan kurang dimana, nanti dituangkan dalam laporan yang akan dikasih ke saya dan akan saya jawab,”ungkapnya.

Dirinya meminta agar anggota dewan untuk belajar lebih dewasa dalam memberikan masukan dan kritikan. Karena, 380 ribu penduduk Kota Sorong matanya tertuju kepada 30 orang dewan yang terhormat, sebagai perwakilan masyarakat yang telah dipilih oleh masyarakat untuk membawa aspirasi dan keluhan.

“Jangan hanya pintar bicara. Terutama untuk anggota DPRD yang baru masuk ini harus belajar, karena menjabat baru 1 tahun ini tidak cukup, sebab DPRD yang lama saja belum paham apalagi yang baru. Harus paham mekanismenya dewan dulu, sehingga pada suatu ketika akan menjadi yang terbaik,”tegasnya.

Lambert mengungkapkan, dirinya merupakan seorang birokrasi murni, dimana ia pernah menjabat sebagai seorang Sekertaris Daerah (Sekda) Kota Sorong. Sehingga jika ingin berbicara terkait masalah pemerintahan, ia pun mampu. “Makanya, saya bisa berbicara di atas podium. Dan, semua yang kami lakukan penuh pertimbangan, jangan sampai membuat kecemburuan sosial dan semua terbangun bagus tanpa mengabaikan yang lain karena kebijakan ada di saya,”tandasnya.(juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed