oleh

Kotsor Harus jadi Prioritas Penanganan Covid

-Metro-25 views

Melihat perkembangan kasus positif Covid-19 di Kota Sorong (Kotsor) yang sudah berada di atas 1000 kasus terkonfirmasi, sehingga seharusnya Kota Sorong pun masuk dalam prioritas penanganan Covid-19 oleh Pemerintah Pusat. 

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan penanganan Covid-19 Kota Sorong, Ruddy R Laku mengungkapkan agar Pemerintah Pusat dapat menjadikan Kota Sorong sebagai prioritas.

“Saat ini Kota Sorong sudah 1.639 kasus positif sehingga Kota Sorong adalah daerah yang menjadi resiko penularan tinggi di Papua Barat. Kami berharap ini menjadi prioritas bagi pemerintah pusat terutama dalam pelayanan vaksin nanti,”jelasnya kepada awak media.

 Sebab, tambah Ruddy, penularan Covid-19 di Kota Sorong ini sangat tinggi, namun Ia yakin bahwa Pemerintah Pusat sudah menjadikan peningkatan kasus ini sebagai acuan untuk penanganan di Papua Barat meskipun pihaknya belum mendapatkan surat resmi terkait hal tersebut, tapi ia yakin Kota Sorong akan menjadi perhatian Pemerintah Pusat.

“Kami juga akan ada upaya untuk berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat. Beberapa Waktu lalu, Sekretaris Tim Gustu Covid-19 Kota Sorong Herlin Sasabone sudah berkoordinasi dengan BNBP pusat,”terangnya.

Ruddy membeberkan, data perkembangan Covid-19, dimana ada penambahan 136 kasus positif baru per Minggu 18 Oktober 2020 dan 2 kasus baru per Senin 19 Oktober 2020. Hingga saat ini, total kasus positif Covid-19 menjadi 1.639 orang. Dan, Tim  Gustu Covid-19 masih menunggu ratusan sampel yang tengah di proses di Balitbangkes Makassar.

“Saat ini penanganan di Diklat Kampung Salak sebanyak 78 orang tanpa gejala,”bebernya.

Ruddy pun merincikan data keseluruhan perkembangan data Covid-19 di Kota Sorong, dimana total kontak erat 6.543, proses di karantina 67 dan discharded 6.476. Suspect 758, dalam pemantauan 80 dan sedang di rawat 10 serta discharded 668. Kemudian probable 5 orang, hasil pemeriksaan negatif Covid-19 sebanyak 4.478 dan terdapat penambahan 5 orang sembuh sehingga total kasus sembuh sebanyak 1.275.

“Meninggal positif 22 orang, meninggal negatif Covid-19 5 dan meninggal probable atau suspec 5 orang, sehingga kami berharap masyarakat tetap menjaga protokol kesehatan  dan buang pikiran bahwa covid-19 ini tidak ada.,”pungkasnya. (juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed