oleh

Kotsor Deflasi, Harga Bapok Anjlok

-Ekonomi-66 views

Deflasi yang terjadi di Kota Sorong membuat sejumlah harga bahan pokok (bapok) dan komoditi bumbu dapur makin murah meriah di pasaran. Deflasi sebesar 0,33% pada Agustus lalu masih terbawa hingga memasuki Minggu ke-2 pada bulan September ini. Beberapa komoditi bumbu dapur tercatat mengalami penurunan harga dengan selisih antara Rp 10.000 hingga Rp 15.000 per kilogram.
Seperti bawang merah dan bawang putih kini turun harga menjadi Rp 25.000/kg dari harga normalnya di kisaran harga 40 ribuan. Cabe rawit impor dari harga normal 30 ribuan kini hanya Rp 20.000/kg, dan dihargai Rp 40.000 untuk cabe rawit lokal. Sama halnya dengan cabe merah keriting kini hanya Rp 30.000/kg dari sebelumnya Rp 40.000/kg, kemudian tomat hanya Rp 15.000 dari harga normal Rp 25.000/kg.
”Sudah lumayan turun harga-harganya. Sudah dari Agustus kemarin, sampai sekarang juga masih seperti ini harganya. Kita kalau dibilang rugi juga tidak, karena modal yang dikeluarkan juga tidak terlalu besar kan,” terang salah seorang pedagang.
Selain komoditi bumbu dapur, harga Bapok juga mengalami penurunan harga dengan selisih antara Rp 500 hingga Rp 1.500. Minyak goreng curah kini menjadi Rp 11.500/ liter, gula pasir Rp 12.000/kg dan tepung terigu curah menjadi Rp 6.000/kg.
Menurut salah seorang pelanggan bernama Lasmi, penurunan harga beberapa komoditi dan bapok ini cukup meringankan beban perekonomian ekonomi masyarakat di tengah masa pandemi.
”Kalau bumbu dapur murah sekali, lumayan turunnya. Bapok ya paling selisih seribu, dua ribu, tapi Alhamdulillah membantu juga. Kami sebagai ibu rumah tangga lumayan agak ringan beban kami,” kata Lasmi. (ayu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed