oleh

Kota Sorong Miliki WRS NewGen dari BMKG

-Metro-65 views

SORONG – Dalam catatan jumlah monitoring kegempaan yang dirasakan maupun tidak, dari awal Januari 2021 hingga saat ini di Kota Sorong sebanyak 118 kejadian.

  Terkait kondisi wilayah yang rawan gempa dan tsunami tersebut, BMKG memiliki tugas dan kewajiban dalam menyediakan informasi gempa dan peringatan dini tsunami yang tertuang dalam UU No. 31 Tahun 2009, dan Perpres No. 93 Tahun 2019.

PMB OPBJJ-UT Sorong

   Sebagai salah satu implementasi dari tugas dan kewajiban tersebut, maka BMKG melaksanakan kegiatan pemasangan alat penyebarluasan informasi gempabumi dan peringatan dini tsunami yaitu WRS New generation (WRS NewGen) di berbagai wilayah rawan gempa dan tsunami di Indonesia, salah satunya di Kota Sorong.

  Sejak Tahun 2008 BMKG sudah memasang sebanyak 590 peralatan WRS NG.   Namun demikian mengingat peralatan WRS NewGen masih sangat dibutuhkan oleh Pemerintah Daerah dan kantor Lembaga/Kementerian terkait, maka pada tahun 2021 ini, BMKG memasang WRS generasi terbaru di 115 lokasi.

  Saat ini WRS NewGen dibawah tanggungjawab Stasiun Geofisika Sorong ada 5 yang sudah terpasang di Stasiun Geofisika Sorong, BPBD Kabupaten Raja Ampat, BPBD Kabupaten Sorong Selatan, BPBD Kabupaten Teluk Wondama dan BPBD Kabupaten Teluk Bintuni. Tahun 2021 ini di Provinsi Papua Barat akan memasang WRS generasi terbaru di 2 lokasi, yakni di BPBD Kota Sorong dan BPBD Kabupaten Sorong.

   WRS generasi terbaru yang tentu saja menggunakan teknologi terbaru ini memiliki nama baru yaitu “WRS NewGen” yang berbeda dengan WRS sebelumnya. Adapun perkembangan WRS dimulai dari WRS Ranet kemudian WRS DVB selanjutnya WRS 2way dan terkini WRS NewGen.

   WRS NewGen merupakan terobosan baru BMKG dalam penyebarluasan informasi gempa bumi dan peringatan dini tsunami, yang memberikan informasi gempa bumi secara lebih cepat karena bersifat ‘real time’ otomatis dari BMKG.

   Pemasangan peralatan penyebarluasan informasi gempa bumi dan peringatan dini tsunami ini memastikan stakeholder dapat mengambil langkah penting selanjutnya secara cepat dalam penanganan bencana, sehingga memberikan manfaat nyata dalam menyelamatkan masyarakat dari bencana.

  WRS NewGen dapat menyajikan informasi dalam waktu kurang dari 3 menit bahkan bisa dalam waktu 2 menit setelah terjadi gempabumi, karena informasi ini bersifat realtime sehingga meskipun parameternya bersifat sementara namun dapat digunakan oleh BPBD atau pemangku kebencanaan untuk segera mengambil respon cepat guna melakukan langkah-langkah upaya mitigasi sehingga diharapkan dapat mengurangi korban jiwa dan dampak gempa lainnya secara dini. Demikian press release yang disampaikan Kepala Stasiun Geofisika Sorong, Rully O. Hermawan kepada Radar Sorong kemarin.(*/akh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed