oleh

Kota Menuju New Normal

Wali Kota : Semua Dilakukan di Tanggal 22 Juni 2020, Tinggal Tunggu Surat Edaran Saja

SORONG – Wali Kota Sorong, Drs. Ec. Lambert Jitmau,MM akan meng­instruksikan membuka kembali akses transportasi laut (pelabuhan) maupun udara (Bandara DEO) serta akses fasilitas jasa termasuk hotel, restauran dan fasilitas jasa lainnya yang berada di wilayah Kota Sorong. Instruksi resmi akan disertai dengan Surat Edaran.

“Banyak hal yang kami bicarakan melalui rapat Muspida tadi dan menghasilkan beberapa keputusan yang akan dituangkan dalam surat edaran. Intinya, akses pener­bangan akan dibuka, tapi hanya satu jalur masuk saja yakni dari Jakarta-Sorong. Sedangkan jalur keluar dari Sorong bisa kemana saja terserah,” jelas Lambert Jitmau usai memimpin pertemuan Forkopimda Kota Sorong di Aula Samu Siret, Selasa (16/6).

Lambert mengatakan, untuk sementara pesawat dari Jakarta-­Sorong, sedangkan pesawat dari daerah lainnya tidak diizinkan masuk ke Kota Sorong. Dalam 1 hari hanya 2 maskapai penerbangan, per maskapai hanya 2 pesawat. Sehingga dalam 1 hari hanya 4 pesawat yang masuk ke Kota Sorong dari Jakarta. “Semua dilakukan di tanggal 22 Juni 2020 besok, tinggal tunggu surat edaran saja. Hotel, restaurant pun dibuka pada tanggal 22 Juni 2020, keputusan sudah kami ambil dan saya hanya berbicara mengikuti dengan surat edaran Walikota. Masyarakat jangan panik, tapi menjaga kesehatan, jaga jarak dan gunakan masker,” tuturnya.

Bila akses transportasi dibuka, Lambert menghimbau kepada para bupati di wilayah Sorong Raya agar mengerakkan tim medisnya ke bandara DEO untuk menerima penumpang yang berasal dari masing-­masing kabupaten di Sorong Raya untuk langsung menuju daerahnya.  “Kalau tidak ­seperti itu, maka penumpang harus kembali dengan pesawat yang sama,” tandasnya. Dia menga­takan, akses penerbangan antar Papua bebas, yang terpenting memenuhi protokoler kesehatan. 

Kepala Bandara DEO Sorong, Rasburhany mengungkapkan bahwa untuk wilayah Papua pun telah dibuka akses angku­tan penerbangan. “Sesuai dengan hasil kesepakatan rute kami masih Jakarta-Sorong untuk akses penumpang ­wilayah Sorong. Tapi untuk wilayah Papua dibuka seluruh­nya, seperti penerbangan ­perintis dan penerbangan ke Manokwari itu tetap dibuka untuk penumpang datang,” ungkapnya.

Rapat Forkopimda Kota Sorong menghasilkan beberapa poin kesimpulan diantara­nya pembukaan akses ­dandara telah disetujui untuk dibuka namun hanya penerbangan masuk dari Jakarta sedangkan untuk keluar Sorong bebas. Penerbangan intern Papua dibuka antara Papua ke Papua Barat, termasuk pelabuhan dibuka untuk internal Papua. Terkait Rapid Test, ­Forkopimda menyepakati akan dibebankan kepada para pelaku yang akan melakukan perjalanan, ­kecuali anak sekolah dan masyarakat tidak mampu. (juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed