oleh

Korupsi di Pelabuhan, Segera Laporkan !

Sejumlah Instansi Lakukan Penandatanganan Komitmen Anti Korupsi

SORONG-Mengantisipasi terjadinya pungutan liar (Pungli) di wilayah Pelabuhan Sorong, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas 1 Sorong berserta instansi maritime lainnya mendeklarasikan komitmen wilayah tanpa pungutan liar di Pelabuhan Sorong, Rabu (16/6).

PMB OPBJJ-UT Sorong

Deklarasi tersebut, ditandatangani oleh sejumlah perwakilan instansi yakni PT. Pelindo, Dis Nav Kelas 1 Sorong, PT Pelni Sorong, Asosiasi, Koperasi TKBM Klayum Sorong, dan Polsek Kawasan Pelabuhan Sorong.

 Kepala KSOP Sorong, Jece Julita Piris menjelaskan KSOP Sorong berserta instansi pemerintah dan pengguna jasa pelabuhan (Asosiasi) telah mengadakan rapat membahas terkait upaya dari instansi untuk mengantisipasi terjadinya pungli di wilayah Pelabuhan Sorong.

“Setelah rapat koordinasi kami langsung menandatangani deklarasi anti korupsi atau anti Pungli di Pelabuhan Sorong,”jelasnya kepada Radar Sorong, kemarin.

Dengan adanya komitmen bersama, maka KSOP berserta instansi terkait lainnya harus bekerja secara ekstra untuk mengantisipasi terjadinya pungli. Salah satu upaya yang telah dilakukan, sambung Kepala KSOP Sorong ialah menempelkan nomor telephon di beberapa bagian di Pelabuhan Sorong guna memudahkan masyarakat yang menjadi korban pungli untuk menghubungi pihak KSOP.

“Kami berharap instansi lainnya juga dapat menempelkan nomor telephone agar lebih mempermudah masyarakat mengadu,”tuturnya. 

Selain itu, sambung Jece KSOP Sorong juga telah menerapkan pelayanan berbasis online. Dimana, baik pengurusan surat masuk hingga berakhirnya surat tersebut dilayani secara online. Tidak hanya pelayanan, Kantor KSOP Sorong pun dirancang senyaman mungkin layaknya café-café agar para pegawai tetap santai dalam bekerja.

“Intinya, kalau kita tepat dan cepat dalam melaksanakan tugas maka Pungli tidak akan terjadi, tetapi kalau berlama-lama dan tidak tepat waktu dalam melaksanakan tugas maka pungli akan muncul,”ungkapnya.

Namun, sambung Jece bila salah satu pegawai KSOP yang terlambat dalam melakukan pelayanan maka ia tidak segan-segan untuk memindahkannya dari tempat yang aman ke tempat yang lebih “Aman”. Diakui Jece, apa yang terjadi di Pelabuhan Sorong memang sebuah kebiasaan yang tidak bisa dirubah, namun ia yakin dengan saling  koordinasi antar instansi terkait maka semua akan berjalan dengan baik.

“Kalau seandainya ada kendala akan kami evaluasikan kembali. Tapi, kita harus berani mengambil langkah karena orang yang tidak bisa maju adalah mereka yang takut dengan kebiasaan yang telah terjadi. Kami juga akan meminta bantuan keamanan dari Polsek KP3 Laut untuk mengawal kami dengan tindakan inovasi yang akan kami lakukan,”tuturnya.

Dengan adanya komitmen anti korupsi ini, tambah Jece, masing-masing instansi dapat melaksanakan tugas tepat dan cepat berdasarkan SOP masing-masing.(juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed