oleh

Korban Menderita Luka Bakar 40 Persen

Kapolres Sorong Kota : Kebakaran Pemicunya Alat Tambal Ban yang Panas Terkena Bensin

SORONG – Kebakaran di Melati Raya Km 9, Jumat (9/4) pagi mengakibatkan dua orang mengalami luka-luka, sepasang suami istri berinsial S (35) dan I (pemilik ­bengkel). Selain mengakibatkan korban, api juga melahap habis dua kios  yang merupakan tempat penjualan bensin eceran dan bengkel sepeda motor yang berada tepat di depan jalan utama tersebut.

Kronologi kejadiannya, sumber api berasal dari bengkel milik S sekitar pukul 08.50 WIT. Api dengan cepat merambat lantaran kedua kios tersebut terbuat dari kayu. Masyarakat sekitar mencoba memadamkan api dengan menggunakan alat seadanya.  

Sekitar pukul 09.15 WIT, satu unit mobil tangki air tiba di TKP memadamkan api, disusul pukul 09.25 WIT dua unit mobil Damkar Pemerintah Kota Sorong tiba di lokasi kebakaran langsung melakukan pemadaman api dibantu masyarakat sekitar. Beberapa saat kemudian, satu unit mobil water canon  milik Polres Sorong Kota turut membantu padamkan api. Sekitar pukul 09.50 WIT, api berhasil dipadamkan. 

Korban kebakaran berinisial S dan I dilarikan ke RS Sele be Solu untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut, sebab keduanya mengalami luka bakar pada kaki, tangan dan wajah. Material yang turut ikut terbakar berupa 3 unit motor serta peralatan bengkel yang dimiliki S.

Kapolres Sorong Kota, AKBP Ary Nyoto Setiawan,S.IK,MH mengatakan, pemicu terjadinya kebakaran adalah alat tambal ban yang masih panas kemudian terkena bensin. “Korban S memang terkena percikan api saat mau menyelematkan barang, sehingga ia mengalami luka bakar sebanyak 40 persen,” jelas Kapolres Sorong Kota kepada Radar Sorong, kemarin. Perihal jumlah kerugian dalam kejadian kebakaran ini, Kapolres Sorong Kota mengaku ia belum mendapatkan laporan rincian kerugian.

Pemilik Kios Bensin Eceran, Ibu Warso (50) yang ditemui wartawan menjelaskan, sumber api berasal dari bengkel milik S yang berdampingan dengan kios miliknya. Saat itu, S sedang menambal ban salah satu konsumen, kemudian ia masuk dan tiba-tiba lari keluar dari bengkelnya membawa jerigen 5 liter berisikan bensin serta sebuah corong yang sudah terbakar, kemungkinan untuk mengamankan api, namun tiba-tiba bensin tumpah dan terjadilah kebakaran.

“Saya sempat bilang, ayo Le (Bahasa Jawa untuk laki-laki) masukkan (corong yang terbakar dan bensinnya) ke got, tapi tidak sempat sehingga mungkin bensin tumpah dan seperti merayap akhirnya kebakaran,” tuturnya.

Diakuinya,  ia hanya melihat kebakaran bermula dari tumpahan bensin dan api yang berasal dari corong di depan bengkel tersebut, kemudian ia lari menyelamatkan diri. “Saya tidak tahu apakah api itu ada di dalam rumah atau tidak, tapi yang saya lihat dari luar, bahkan saya tidak menyelamatkan apapun,” terangnya. Ibu Warso mengaku ia memiliki beberapa liter bensin dan solar di kiosnya tersebut yang juga ludes terbakar, sehingga total kerugiannya sekitar Rp 2 jutaan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Sorong, H. Ridwan Iribaram,S.Ag,MM mengatakan ketika mendapatkan laporan, ia berserta 15 personel dan dua unit mobil pemadam kebakaran menuju TKP dan memadamkan api. “Kendala kami selama ini, memang kami belum memenuhi standar operasional prosedur berupa sarana prasarana yang saat ini kami belum memiliki bak air, tangki air, peralatan selang masih kurang dan lain sebagainya. Kami juga ada pengadaan alat untuk melihat dimana titik api. Kami pun sudah usulkan di anggaran tahun 2022 semoga dijawab,” ucapnya. (juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed