oleh

Korban Banjir Pertanyakan Bantuan Pemerintah

SORONG – Bencana banjir dan longsor yang melanda Kota Sorong yang terjadi pada bulan Juli 2020 mengakibatkan beberapa rumah rusak parah, bahkan memakan korban jiwa. Sehingga dari pihak pemerintah melakukan pendataan ­rumah-rumah warga yang terdampak banjir dan ­longsor.
Warga yang terdampak banjir pun mempertanyakan bantuan tersebut, mengapa sampai sekarang belum ada bantuan dari pemerintah. Warga pun ada yang sudah merehab pelan-pelan rumahnya bahkan ada yang rela tinggal di rumah yang terdampak banjir.
Salah satunya adalah Mardjana yang sehari-hari sebagai Ketua RW 02 Kelurahan Matalamagi Distrik Sorong Utara.

“Waktu itu pegawai kelurahan datang ambil data dan minta foto rumah kami yang kena banjir. Katanya akan ada bantuan dari pemerintah. Tapi sampai sekarang belum ada bantuan. Kita sudah pelan-pelan perbaiki dinding rumah kami yang jebol,” ujarnya kepada Radar Sorong.
Saat banjir tanggal 16 Juli itu sejumlah barang milik Mardjana tidak terselamatkan, diantaranya TV, kulkas, mesin cuci. Kemudian banjir pada bulan Agustus dinding rumah Mardjana jebol, akibat hantaman arus dari kali di belakang rumahnya yang meluap setelah taludnya roboh.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Pelaksana Badan Penganggulangan Bencana Daearah (BPBD) Kota Sorong, Herlin Sasabone, ST,MM mengakui memang benar bahwa pemerintah melalui BPBD Kota Sorong dan Dinas PU pada 16 Juli, Agustus ­hingga September 2020 telah melakukan pendataan pada warga yang terdampak banjir di kelurahan dan distrik, kemudian data itu sudah dikirimkan ke pusat.

PMB OPBJJ-UT Sorong

“Jadi data yang dikirimkan ke pusat itu nanti akan dilakukan verifikasi oleh pusat. Nanti pusat BNPB, mereka akan datang ke Sorong untuk melakukan klarifikasi terkait data tersebut. Intinya bahwa semua korban yang terdampak yang sudah kita data oleh tim BPBD dan PU, itu sudah kami kirim dilengkapi dengan SK dari wali kota,” jelasnya saat ditemui Radar Sorong di Kantor Wali Kota Sorong, Rabu (2/12).
Lanjutnya, secara administrasi kelengkapan untuk mendapatkan bantuan dari pusat sudah dilakukan, dan itu sudah dibawa ke Jakarta.
“Kita hanya menunggu saja. Nanti bantuan yang diberikan oleh pusat,” tegasnya.

Herlin juga menambahkan kenapa BPBD Kota Sorong meminta bantuan dari pusat BNPB, sebab ada korban jiwa yang terjadi dari bencana tersebut sehingga ini menjadi tanggung jawab pusat untuk memberikan bantuan.
“Sekarang masih menunggu bantuan tersebut dari pusat. Jadi kami harap warga masyarakat yang terdampak dapat bisa lebih bersabar.
Karena memang anggaran yang kita tunggu ini adalah dari pusat, bukan anggaran dari daerah,” pungkasnya.(zia)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed