oleh

Koramil Ayamaru Juara Peragaan Busana Adat Papua

-Metro-192 views

SORONG-Kodim 1802 Sorong melaksanakan kegiatan Lomba Pentas Budaya berupa Fashion Show dan Tarian Adat Papua pada Kamis (17/12) di Aula Kodim 1802 Sorong. Lomba tersebut, merupakan rangkaian kegiatan menyambut HUT Kodam XVIII/Kasuari ke 5 tahun. Kegiatan ini menampilkan 18 peserta diantaranya, 9 peserta fashion show dan 9 peserta tari adat Papua.

Pentas Seni dan Budaya yang berlangsung kurang lebih 4 jam tersebut menghasilkan enam juara dari lomba fashion show dan tarian adat Papua. Untuk lomba busana adat Papua juara pertama Koramil Ayamaru, dengan nilai 89, juara  kedua Koramil Beraur dengan nilai 84, juara ketiga dari Koramil Makbon dengan nilai 79,25. Sementara tarian Adat Papua, juara pertama diraih Sanggar Tari Furkak Guririn dari Koramil Ayamaru, dengan Jumlah Nilai 98,5. Sementara Juara kedua Sanggar Tari Sangfago Koramil Beraur  dengan nilai 96,25 dan juara ketiga dari Sanggar Tari Klabra Raya Koramil Seget dengan nilai 89,25.

Dandim 1802 Sorong, Letkol Inf Budiman SE.M.I.Pol, M.M, menjelaskan, pentas seni budaya mengingatkan bahwa rakyat Indonesia ini berasal dari ribuan suku dan budaya. Namun, karena Kodim 1802 Sorong berada di wilayah Papua, sehingga yang harus di ekspos adalah budaya asli Papua.

“Budaya yang ditampilkan dari masing-masing wilayah di Sorong Raya dan kami pun juga mengadakan tari seni. Dimana, pelaksanaan pentas seni ini berlangsung hingga Jumat (18/12),” jelasnya kepada awak media, Kamis (17/12).

Dandim menuturkan, peserta berasal dari seluruh kabupaten dan kota di wilayah kerja Kodim 1802 Sorong. Dalam pentas seni terdiri dari dua kategori yakni internal Kodim 1802 Sorong dan kedua adalah dari masyarakat umum dengan hadiah yang cukup menarik yakni piala berserta uang pembinaan.

“Kegiatan ini akan menjadi agenda tahunan dan sebenarnya banyak kegiatan tapi karena Covid-19 sehingga kami pun memilih-milah. Kemudian jurinya sendiri dari tim yang berbeda,”ungkapnya.

Salah satu peserta, Maria mengungkapkan ia merasa senang dan kegiatan ini juga dapat menumbuhkan keberaniannya  untuk menunjukkan baju adat Papua di hadapan masyarakat. Sebab, ini bukan kali pertama ia mengikuti kegiatan perayaan busana asli Papua.

“Kami mendapatkan informasi lomba ini dari sangar seni Sinifagu dan melakukan persiapan selama tiga hari dan kami berharap kegiatan ini tetap jaya, kemudian melestarikan baju adat Papua serta jangan diubah-ubah atau dimodifikasi,”pungkasnya. (juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed