oleh

Kookmin Bank jadi Pengendali Saham Bank Bukopin

-Ekonomi-183 views

SORONG – Kookmin Bank (KB) bakal menjadi bank Pemegang Saham Pengendali (PSP) Bank Bukopin dengan menguasai 26% hingga 37% sahamnya. Diketahui KB merupakan salah satu dari 4 bank terbesar di Korea dan masuk dalam 10 besar Asia. KB merupakan bank besar yang sahamnya tercatat di London dan bursa efek Amerika.
Dilansir dari berbagai media yang mengulas tentang KB, bank ini diketahui memiliki aset yang sangat besar. Beberapa media menyebutkan, jika seluruh aset perbankan yang ada di Indonesia digabungkan, bahkan belum mampu menandingi aset yang dimiliki KB. Selain bursa efek KB juga mengembangkan bisnisnya di Vietnam, Thailand dan beberapa negara di Asia tenggara.
Berhembus kabar bahwa saham Bank Bukopin diambil alih oleh KB ternyata tidak sepenuhnya benar. Branch Manager Bank Bukopin Cabang Sorong, M. Nasyaruddin mengatakan, bahwa sebelumnya KB memang telah menjadi salah satu pemegang saham Bank Bukopin.
”Sebenarnya ini bukan peralihan, hanya penambahan porsi. Karena sebelumnya Kookmin Bank juga telah memegang saham sebesar 22% saham Bukopin di saat pukul 5 sekitar Mei tahun 2018. Jadi KB merupakan salah satu pemegang saham. Jadi pemegang saham saat itu mayoritas adalah PT Bosowa ­Corporindo 23%. Untuk tahap PUT V ini minimal saham yang akan diambil KB di angka 26% atau 37%. Otomatis KB sebagai pemegang saham pengendali (PSP) Bukopin,” ungkap Nas, sapaan karib Branch Manager Bank Cabang Sorong saat dijumpai di ruang kerjanya, Senin (20/7).
Intinya, lanjut Nas, penambahan saham ini adalah untuk menguatkan Bank Bukopin dari sisi permodalan. Sebab setiap usaha pasti butuh kekuatan finansial untuk tumbuh dan berkembang. Ini yang mendasari KB untuk bersedia mengembangkan bisnisnya di Indonesia dengan menambah saham di Bank Bukopin. Sehingga saat ini KB menjadi pemegang saham mayoritas PUT V dengan berkeinginan akan mengambil 51% saham Bank Bukopin hingga akhir tahun nanti.
Kecemasan masyarakat yang beranggapan bahwa Bank Bukopin telah diambil alih asing pun seharusnya tak perlu ada.”Disini yang perlu dipahami jangan dilihat siapa pemiliknya, tetapi apa yang dilakukan pemilik untuk masya­rakat Indonesia,” tegasnya.
Sejak awal keberadaannya, Bank Bukopin telah melakukan pembiayaan di angka 57% sampai 60% untuk UMKM. Dengan dasar tersebut, Bank Bukopin menyetujui KB ­sebagai Pemegang Saham Pengendali (PSP) sebab dasar pembiayaan KB di Korea adalah kepada UMKM sehingga dirasa sangat sejalan.
”Kami berkomitmen untuk terus mengembangkan UMKM di Indonesia. Paling tidak akan didukung dengan penguatan digitalisasi dalam setiap proses transaksi sejak KB menjadi PSP Bank Bukopin,” ­ujarnya.
Dengan penambahan saham modal Kookmin Bank pada Bank Bukopin, diharapkan kekuatan finansial Bank Bukopin bisa semakin baik.
”Tentu saja dengan penambahan modal ini diharapkan akan memperkuat financial Bank Bukopin, yang dengan sendirinya pasti akan berpengaruh pada kinerja.Karena apapun juga akarnya ada ­pada keuangan. Jadi jika keuangan bagus berarti akan makin ­baik juga kinerjanya,” tutup Nasya­ruddin. (ayu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed