oleh

Kompor Meledak, Kantor Ludes Terbakar

WAISAI – Kebakaran hebat melanda sebuah kantor yang juga dijadikan basecamp karyawan milik salah satu perusahaan manajemen properti perumahan di Mansapur yang berlokasi di Jalan Marinda Waisai, Raja Ampat Minggu (14/2) sore sekitar pukul 17.00 Wit. Kejadian kebakaran ini sontak mengagetkan warga sekitar. Kobaran si jago merah begitu cepat menghanguskan bangunan kantor yang terbuat dari kayu, minimnya alat pemadam kebakaran maupun mobil pemadam kebakaran membuat api lambat ditangani.

Aparat kepolisian diterjunkan ke lokasi kebakaran untuk membantu warga dan karyawan dari perusahaan Mansapur yang sebelumnya hanya menggunakan air di ember untuk memadamkan sisa-sisa api yang masih terlihat menyala di tiang-tiang kayu kantor yang roboh karena hangus terbakar sekitar pukul 18.00 Wit.  Sekitar pukul 18.40 Wit, satu unit mobil tangki air tiba di lokasi kebakaran. Aparat kepolisian yang berada di lokasi bersama warga ikut membantu memadamkan sisa api yang masih terbakar pada kayu tiang kantor.

Kasat Reskrim Polres Raja Ampat, AKP Nirwan Fakaubun,S.IK,MH dan jajarannya terlihat mendatangi lokasi kebakaran, mengumpulkan informasi dari pemilik atau penjaga kantor/camp. ”Jadi, kronologis kebakaran kantor atau camp karyawan milik perusahaan pembangunan perumahan di Mansapur itu, dari pengakuan saksi yang juga korban, kebakaran terjadi sekitar pukul 17.00 Wit berawal dari adanya percikan api pada kompor minyak tanah. Saksi Rida Farida ketika itu sedang menggoreng ikan, saat yang bersangkutan meninggalkan kompor dengan jarak sekitar 10 meter, kompor tiba-tiba meledak, lalu yang bersangkutan lari keluar mencari bantuan,” jelas Kasatreskrim Polres Raja Ampat, AKP Nirwan Fakaubun,S.IK,MH kepada Radar Sorong di lokasi kejadian kebakaran, kemarin.

Bangunan kantor atau camp yang terbakar terdapat tiga ruangan yakni ruangan kantor perusahaan, ruangan kamar karyawan perusahaan atas nama Reno, dan ruangan yang dijadikan dapur. Di dalam bangunan tersebut lanjut Nirwan, juga terdapat 1 liter bensin di dalam tangki mesin babat rumput, 2 kasur spon, dan jerigen minyak tanah 5 liter terpakai 2 setengah liter. Selain itu, di dalam tangki kompor 1 liter minyak tanah. “Sejumlah barang-barang yang ada di dalam ruangan-rungan bangunan kantor atau camp inilah yang diduga juga penyebab api semakin besar dan sulit dipadamkan. Barang-barang berharga seperti uang dan lain-lainnya tidak ada,” bebernya.

Dalam kejadian kebakaran ini, satu unit motor Yamaha Jupiter ikut terbakar. Motor tersebut terkena imbas dari percikan api yang membakar bangunan kantor tersebut. ”Dalam waktu sekitar setengah jam, api melahap bangunan dari tiga ruangan itu bersih alias ludes terbakar termasuk barang-barang di dalamnya. Selain itu, kejadian ini tidak ada korban jiwa,” ujar Nirwan

Ditambahkannya, indikasi sementara penyebab kebakaran diduga dari percikan api kompor. Dari keterangan saksi korban, sebelumnya ia tidak pernah memakai kompor minyak tanah, sering memakai kompor gas waktu korban masih di Bandung dan korban baru datang ke Waisai untuk tinggal bersama suaminya. ”Saat kejadian, suami korban, Rudy Eka Jaya tak berada di rumah, sedang bersama-sama dengan anak-anak camp membangun rumah yang jaraknya sekitar 100 meter dari TKP. Ketika korban berteriak, suaminya tidak mendengar karena kajauhan. Setelah melihat asap naik dari kebakaran itu, suaminyapun lalu bergegas lari ke lokasi TKP untuk melihat istrinya,” jelasnya.

Kasat Reskrim menambahkan, pihaknya akan memeriksa saksi-saksi yang melihat lansung kebakaran, saksi-saksi yang sudah terdata sebanyak 3 orang saksi yang berada di TKP termasuk anak-anak yang tinggal di camp tersebut. “Kita akan melakukan pemeriksaan lebih dalam lagi untuk memastikan penyebab kebakaran ini. Kerugian dari bangunan yang luder terbakar diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah,” pungkas Nirwan. (hjw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed