oleh

Kodim 1802/Sorong Gelar Ibadah KKR

-Sorong Raya-198 views

Dalam Rangka Opster Khusus Tahun 2019

SORONG – Komado Distrik Militer (Kodim) 1802/Sorong dalam rangka menyambut Bulan Natal dan Tahun Baru 2020 melaksanakan Ibadah KKR di Gereja GBI Bukit Sabda Bahagia Jl. F. Kalasuat Malanu Kota Sorong, Sabtu (30/11).  

 Kegiatan ibadah KKR yang juga diisi dengan lagu-lagu pujian, dan pelayan firman,  Pendeta Martinus Balubun dalam kutipan kotbahnya mengatakan,”Yesus Kristus adalah juru selamat bagi kita semua, semua nikmat dan kekuatan yang kita miliki merupakan berkat dari Tuhan Yesus Kristus sehingga kita wajib bersyukur kepada-Nya karena Tuhan Yesus Kristus telah memberikan berkatnya kepada kita semua”.
  Sementara itu, Pasiter Kodim 1802/Sorong Kapten Inf Harvin mengajak warga Malanu menyebar kebaikan kasih Natal kepada sesama manusia. Momen Natal menjadi momen untuk semangat dan bersyukur atas karunia Tuhan, serta lebih mengasihi sesama dan terus menyampaikan kebaikan.

 “Marilah kita selalu menyebar kebaikan, kasih Natal dan semangat kebersamaan yang tulus. Semoga kasih Natal senantiasa menyertai kehidupan kita, menjadikan negeri ini tentram, damai dan sejahtera,” kata Pasiter Kodim.

Selain menggelar ibadah KKR, kegiatan Opster Khusus Tahun 2019 ini juga diisi dengan kegiatan-kegiatan seperti, patroli cipta kondisi di wilayah dalam rangka menciptakan suasana yang aman dan kondusif, bersinergi bersama TNI, Polri, para tokoh dan masyarakat dalam Aksi Papua Cinta Damai, serta menggelar perlombaan Bola Volley dan Menghias Pondok Natal Antar Kelurahan yang bertempat di Seget. 

 Sementara sasaran Opster itu sendiri menurut Dandim 1802/Sorong Letnan Kolonel Inf. Budiman, SE, M.I.Pol, MM, antara lain: Pertama, terciptanya situasi yang kondusif demi kelancaran pelaksanaan pembangunan di daerah rawan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah territorial Kodim 1802/Sorong. Kedua, terwujudnya semangat nasionalisme yang tinggi di segala aspek kehidupan dengan lebih mengutamakan kepentingan nasional dari pada kepentingan individu, kelompok, golongan, suku bangsa atau daerah. Ketiga, terlaksananya sistem pertahanan dan keamanan untuk meminimalisir potensi konflik yang menyebabkan terjadinya disintegrasi bangsa. Keempat, terbinanya semangat cinta tanah air dan bangsa dari segala upaya yang akan memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. Kelima, terwujudnya Ruang, Alat dan Kondisi (RAK) Juang sedini mungkin dalam rangka Sishanta di wilayah se-Sorong Raya.(***/akh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed