oleh

Koarmada III Siagakan 13 Kapal Perang

Dua KRI Siaga di Kota Sorong

SORONG – Komando Armada III menyiapkan 13 kapal perang (KRI) untuk mengantisipasi apabila ­terjadi bencana alam akibat Siklon Tropis Surigae di wilayah kerja Koarmada III, khususnya di perairan Papua Barat, Papua, Kepulauan Maluku. Demikian dikatakan Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) III, Laksamana Muda TNI Dadi ­Hartanto,M.Tr.(Han) di Mako ­Armada III Katapop Kabupaten Sorong, ­Kamis (15/4).

Dari 13 KRI yang disiagakan, diantaranya KRI Albakorah-867 dan KRI Tarakan 905 sudah disiagakan di Kota Sorong, KRI Tatihu di Katapop Kabupaten Sorong dan KRI lainnya yang disiagakan di beberapa wilayah Koarmada III. Pangkoarmada III menyatakan, Koarmada III berserta jajaran telah mengantisipasi terkait peringatan dini Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Langkah-langkah kesiapsiagaan menghadapi potensi bibit Siklon Tropis 94W yang telah menjadi Siklon Surigae, Koarmada III dan jajaran telah mengantisipasi termasuk koordinasi dengan BPBD di Manokwari. Koarmada III dan jajaran sudah menyiapkan 13 KRI (Kapal Perang RI) untuk mengantisipasi apabila terjadi bencana di wilayah kerja Koarmada III, khususnya di perairan Papua Barat, Papua, dan Kepulauan Maluku,” kata Laksamana Muda TNI Dadi Hartanto,M.Tr.(Han), kemarin.

Menurutnya, hal ini sebagai bentuk meningkatkan koordinasi dengan BPBD Provinsi Papua Barat dan instansi terkait lainnya sebagai langkah kesiapsiagaan sesuai tugas dan fungsi masing-masing institusi guna mengantisipasi dampak yang mungkin timbul akibat Siklon Tropis Surigae. 

Senada dengan Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Papua Barat Derek Ampnir di Manokwari, mengatakan 13 kapal laut itu telah dikoordinasikan bersama Komando Armada III di Sorong. 

“Rapat virtual kami lakukan hari ini, menindaklanjuti Surat Peringatan Dini Kepala BNPB Nomor: B-27/BNPB/D II/PK.03.02/04/2021 tanggal 13 April 2021 tentang peringatan dini dan langkah-langkah kesiapsiagaan menghadapi potensi Siklon Tropis Surigae. Rapat virtual dilaksanakan Kamis, pukul 13.30 WIT diikuti 47 orang perwakilan unsur TNI/Polri, Basarnas dan BMKG di provinsi ini,” kata Derek Ampnir melalui rilisnya.

Dikatakannya, Surat Edaran BNPB menyebutkan Siklon Tropis Surigae ini mempengaruhi wilayah bagian utara Indonesia, khususnya daerah Timur seperti Sulawesi, Kepulauan Maluku, Papua Barat, Papua, menyebabkan terjadinya peningkatan potensi hujan lebat hingga sangat lebat disertai angin kencang dan tinggi gelombang yang akan terjadi pada tanggal 13 hingga 19 April 2021.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa Siklon Tropis Surigae yang sudah berkembang menjadi topan, bergerak menjauhi wilayah Indonesia namun bisa menimbulkan dampak tidak langsung ke sebagian wilayah Indonesia. ”Topan Surigae tidak akan melewati wilayah Indonesia. Arah geraknya adalah barat laut menjauhi wilayah Indonesia,” kata Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG Fachri Radjab di Jakarta seperti dilansir Antara, kemarin.

Topan Surigae merupakan perkembangan dari bibit Siklon 94W yang tumbuh di perairan Pasifik Barat sebelah utara Papua sejak 12 April 2021. Menurut Tropical Cyclone Warning Center BMKG, pada pukul 08.57 WIB Surigae berada di koordinat 8,6 LU dan 136,5 BT atau sekitar 1.090 km sebelah utara Biak dan bergerak menuju barat daya dengan kecepatan 1 knot (2 km/jam) menjauhi wilayah Indonesia.  Namun siklon tersebut diprediksi semakin kuat dalam 24 jam mendatang dan bergerak menuju barat laut menjauhi wilayah Indonesia dengan kecepatan maksimum 60 knot (110 km/jam). 

Menurut Fachri, pergerakan siklon tropis yang sudah berkembang menjadi topan tersebut bisa menimbulkan dampak tidak langsung ke wilayah Indonesia. Surigae, menurut BMKG, dalam 24 jam ke depan berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat/petir dan angin kencang di wilayah Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Maluku Utara, Papua Barat, dan Papua.

Di samping itu, siklon tersebut berpotensi menghadirkan gelombang dengan tinggi 1,25 sampai 2,5 meter di Laut Sulawesi, Perairan Kepulauan Sangihe-Kepulauan Talaud, Perairan Kepulauan Sitaro, Perairan Bitung-Likupang, Laut Maluku, Perairan Selatan Sulawesi Utara, Perairan Kepulauan Halmahera, Laut Halmahera, Perairan Raja Ampat bagian utara, Perairan Selatan Biak, Teluk Cendrawasih, dan Perairan Jayapura-Sarmi. Di Perairan Manokwari, Perairan Utara Biak, Samudra Pasifik Utara Halmahera hingga Papua Barat, dan Samudra Pasifik Utara Jayapura siklon berpotensi menimbulkan gelombang dengan tinggi 2,5 sampai empat meter. Siklon juga berpotensi menghadirkan gelombang setinggi empat sampai enam meter di Samudra ­Pasifik utara Biak.  (juh/***/ant)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed