oleh

KM Sabuk Nusantara 62, 2 Kali Kandas di Raja Ampat

WAISAI – KM Sabuk Nusantara 62 dikabarkan kandas di ref (karang) tanjung Pulau Yef Mo Perairan Meosmanggara, dan wilayah perairan Gag Distrik Waigeo Barat Kepulauan Kabupaten Raja Ampat. Akibat peristiwa kandasnya kapal tersebut, areal terumbu karang yang menjadi spot terbaik di dunia yang berada di wilayah tanjung Pulau Yef Mo perairan Meosmanggara hancur.

Informasi yang dihimpun Radar Sorong, KM Sabuk Nusantara yang membawa muatan berupa bahan bangunan serta 50 penumpang, 17 awak kapal termasuk nakhoda kapal, kandas pada Selasa 2 Februari lalu sekitar pukul 11.55 WIT. Setelah melakukan bongkar muat penumpang dan barang di pelabuhan Kampung Meosmanggara, ketika hendak menuju rute pelabuhan berikutnya, saat di depan tanjung Yef Mo, perairan depan kampung Meosmanggara, kapal tiba-tiba kandas di ref ­(karang).

PMB OPBJJ-UT Sorong

Beruntungnya, kurang lebih sekitar 1 jam, air pasang datang sehingga kapal berhasil lepas dari batu karang yang membuatnya kandas. Usai lepas dari ref, kapal yang memiliki Dead Weight GT 750 yang melayani trayek R-92 dengan rute Kota Sorong, Pulau Paam, Meosmanggra, Waisilip, Pulau Gag, Kofiau dan kembali ke Sorong, melanjutkan perjalanan ke pelabuhan berikutnya.  Dalam insiden ini, tidak ada korban jiwa hanya penumpang tertunda perjalanan ketujuan masing-masing. 

Sekretaris Kampung Meosmanggara, Alfa Yapen membenarkan kandasnya KM Sabuk Nusantara 62 di daerah ref (karang) lokasi tanjung, Yef Mo perairan depan Kampung Meosmanggara. ”Jadi, kebetulan kapal baru selesai bongkar muat dan turunkan penumpang di pelabuhan Meosmanggara dan sekitar jam sebelas Selasa pagi kapalpun keluar menuju pelabuhan Mutus. Saat melewati tanjung pulau Yef Mo tepat sebelah kiri depan kampung Meosmanggara, kapal tiba-tiba kandas di ref,” jelasnya.

Mengetahui kapal kandas, Yapen bersama Ketua Bamuskam, bergegas menuju ke kapal dan sempat menanyakan pihak kapal dalam hal ini mualim, kenapa sampai kapal bisa naik di ref atau karang. Tapi tambah Yapen, pengakuan mualim KM Sabuk Nusantara 62 bahwa, kapal berlayar menuju Mutus itu yang menahkodainya adalah anak praktek. ”Jadi sementara berlayar yang pegang kemudi anak praktek karena sambil main handphone tiba-tiba dia kaget kapal sudah naik ref. Mengetahui kapal sudah kandas di ref, anak praktek ini langsung putar kemudi ke kiri, makanya kapal hanya kandas menyamping saja,” kata Alfa Yapen yang dihubungi Radar Sorong melalui sambungan telepon, Kamis (4/2). 

Terkait kerusakan terumbu karang akibat kejadian tersebut, Yapen mengaku sangat luar biasa kerusakannya, apalagi lokasi karang di tanjung Meosmanggara merupakan lokasi utama spot diving, karang dan biotanya cukup bagus. ”Jadi teman-teman yang punya home stay dekat dengan tanjung Yef Mo sempat mengeluh karena spot diving pastinya rusak. Pada saat kapal kandas itu kami sempat mau tahan kapal tapi karena diatas kapal masih ada penumpang lanjutan, apalagi kapal juga membawa bahan-bahan bangunan gereja ke Waisilip, jadi kita biarkan kapal berlayar lagi,” ucap Yapen.

Terkait kandasnya KM Sabuk Nusantara 62 itu, Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang Satker Raja Ampat melalui Koordintor Satker KKPN Raja Ampat, M Ramli Firman yang dikonfirmasi wartawan membenarkan kandasnya KM Sabuk Nusantara 62. Pihaknya bersama PSDKP Wilker Raja Ampat langsung terjun ke lapangan melakukan pengecekan di lokasi kandasnya kapal. ”Kami sudah melakukan pengecekan di lokasi kandasnya serta melakukan pengukuran luas kerusakan. Selanjutnya, menghimpun laporan dan menyampaikan ke pimpinan masing-masing. Namun terkait hasilnya kami belum bisa simpulkan. Kami pun masih perlu melakukan pengecekan kerusakan karang yang lebih lanjut. Namun, kalau ditanya ada kerusakan ya ada kerusakan karang karena terlihat beberapa patahan dari karang tersebut,” ucapnya.

Ramli Firman menyesalkan karena kapal ini tak hanya satu kali kandas, pihaknya mendapat informasi dari Syabandar di Gag bahwa setelah kandas di Meosmanggara, KM Sabuk Nusantara kandas lagi di Pulau GAG sekitar pukul 12.30 WIT. “Informasinya, setelah air pasang, dibantu masyarakat setempat, kapal berhasil keluar,” ucap Ramli yang dikonfirmasi wartawan melalui telepon seluler, Kamis (4/2). Terkait kejadian kandasnya KM Sabuk Nusantara 62 di Meosmanggara dan Gag, pihak KM Sabuk Nusantara belum berhasil dimintai konfirmasinya.

Untuk diketahui, KM Sabuk Nusantara 62 merupakan kapal ketujuh yang kandas di perairan Raja Ampat. Sebelumnya, KM Sabuk Nusantara 65 kandas di perairan Dorekar, Kapal Wisata Blue Dragon di perairan Kampung Saonek (2020), Kapal Pesiar MV Caledonia Sky kandas di perairan Pulau Manswar pada tahun 2017 lalu, Kapal Wow kandas di perairan Friwen tahun 2019, disusul kandasnya MV. Aqua Blue di perairan Kepulauan Wayag (2019) dan Kapal Wisata Lamima kandas di kawasan wisata Dapunlol Misool Timur. (hjw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed