oleh

Klaim BP Jamsostek Tembus Hingga 146 M

-Ekonomi-130 views

SORONG – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) Cabang Papua Barat, mencatat adanya peningkatan klaim peserta pada tahun 2020. Peningkatan klaim sepanjang tahun 2020 disebabkan oleh banyaknya PHK yang terjadi pasca virus Covid-19 melanda dan mempengaruhi perekonomian masyarakat.
Kepala BP Jamsostek Cabang Papua Barat Mintje Wattu mengatakan, terhitung 1 Januari hingga 31 Desember 2020, total klaim di BP Jamsostek Cabang Papua Barat mencapai Rp 146.360.777.760 dengan total kasus 16.639 yang terdiri dari klaim Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM) dan Jaminan Pensiun (JP). Data ini selisih jauh dengan data pada tahun sebelumnya yang total klaimnya hanya tercatat sebesar Rp 78.000.035.712.

“Rincian Pengajuan Klaim tersebut terbagi dari beberapa kasus klaim yang ada pada Cabang Papua Barat dan sekitarnya, yaitu 9.816 klaim JHT di Cabang Papua Barat, 2.666 klaim JHT di Cabang Manokwari, 1.520 klaim JHT di Cabang Raja Ampat dan 2.183 klaim JHT di Cabang Fak-Fak ­dengan total 16.185 kasus klaim jht untuk total pembayaran klain JHT sebesar Rp 137.763.003.797 dengan 16.185 kasus. Sedangkan untuk klaim JKK sebanyak Rp 2.391.868.011 dengan 168 kasus, klaim JKM Rp 5.512.000.000 dengan 142 kasus klaim JP senilai Rp 693.905.950 dengan 144 Kasus,” rincinya.
Mintje mengatakan terjadi kenaikan kasus klaim JHT yang sangat signifikan mencapai 88 persen di tahun 2020, yang mana pada tahun 2019 hanya ada total 7.893 kasus, namun pada tahun 2020 sudah terjadi 16.185 kasus klaim JHT. Oleh karenanya, BP Jamsostek juga telah melahirkan terobosan baru dengan menerapkan ‘Lapak Asik Onsite dan Lapak Asik Online’. Dimana kedua metode tersebut dapat diakses masyarakat melalui kanal online guna melakukan pengajuan klaim JHT yang lebih mudah.

PMB OPBJJ-UT Sorong

“Kedua metode ini tidak hanya bisa diakses oleh peserta BP Jamsostek di Cabang Papua Barat saja, yang di luar daerah juga bisa mengajukan klaim pada kantor cabang manapun yang sudah ditentukan oleh system. Tentu ini sangat mempermudahkan peserta dalam melakukan pengajuan klaim tanpa harus ke kantor lagi.
Kemudian, Lapak asik Onsite juga memudahkan pengajuan klaim, dimana peserta hanya perlu scan barcode yang sudah di sediakan pada Cabang BPJS Ketenagakerjaan yang ada di seluruh Indonesia. Sehingga nanti peserta dalam melakukan upload berkas tinggal melalui online saja,” jelasnya.
Dengan dimudahkannya peserta dalam pengajuan klaim JHT, maka tidak menutup kemungkinan lonjakan pengajuan klaim tidak hanya terjadi di papua Barat saja, namun juga terjadi di seluruh kantor cabang BP Jamsostek di Seluruh Indonesia. Terlebih ladi dengan kondisi wabah pandemic yang belum usai, pada tahun berikutnya pengajuan klaim JHT juga diperkirakan terus menanjak.

“Tidak menutup kemungkinan pengajuan lain JHT ini juga terus melambung di tahun-tahun setelahnya. Karna pengajuan klaim yang dilakukan peserta khususnya di luar Cabang Papua Barat terus bertambah setiap harinya. Namun BP Jamsostek akan terus berupaya membantu merealisasikan hak-hak pekerja yang ada di seluruh Indonesia, dengan membayarkan klaim yang menjadi hak mereka,” tandasnya. (ayu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed