oleh

Kilang RU VII Sosialisasikan Proyek EPC Open Access

SORONG- PT Kilang Pertamina Internasional RU VII Kasim dan team Management PT Hutamakarya (HK) di pimpin langsung oleh General Manager (GM) PT Pertamina Kilang Internasional RU VII Kasim Yulianto Triwibowo gencar melakukan sosialisasi terkait proyek pembangunan EPC Open Access kilang RU VII Kasim pada Forkopimda di wilayah Sorong.


PT HK merupakan konsorsium Pembangunan Proyek EPC Open Acces Pembangunan Jetty III (Pelabuhan khusus minyak) dan tanki timbun Crude Oil milik PT Kilang Pertamina Internasional RU VII Kasim, menyambangi dan sosialisasi Kepada Stake Holder RU VII sebelum di mulainya Pembangunan Pekerjaan Proyek di maksud, di Gedung Samu Siret, Kantor Walikota Sorong, Jumat (15/1).
Sebelumnya, PT. Pertamina RU VII Kasim telah melakukan sosialisasi ke beberapa pimpinan Forkopimda lainnya seperti Pangkoarmada III, Bupati Kabupaten Sorong, Danrem 181/PVT, Kapolres dan KSOP serta masyarakat di Ring 1 Kilang RU VII Kasim.

PMB OPBJJ-UT Sorong


Wali Kota Sorong, Drs. Ec Lambert Jitmau, MM pun mengucapkan terima kasih atas silaturahmi jajaran Pertamina RU VII Kasim.
Sementara itu, GM RU VII Kasim, menjelaskan selain untuk bersilaturahmi, kunjungan PT. Pertamina RU VII Kasim juga untuk mensosialisasikan terkait proyek pembangunan EPC Open Access Kilang RU VII Kasim. Dimana, Kilang RU VII Kasim adalah kilang dengan kapasitas produksi 10.000 barrel per hari, menghasilkan produk Premium, Biosolar B-30 dan Marine Fuel oil (MFO).
“Kilang Kasim merupakan satu-satunya kilang di Indonesia Timur, dan berkontribusi aktif untuk pemenuhan BBM wilayah Sorong raya, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat. Pemenuhan BBM di wilayah timur Indonesia oleh kilang RU VII Kasim masih sangat rendah yaitu sekitar 10-20 persen saja sedangkan kekurangannya disupply dari kilang RU V Balikpapan, merupakan salah satu hambatan dan juga peluang buat RU VII, karna pangsa pasarnya sangat besar bagi RU VII,”jelasnya saat berkunjung, kemarin.
Ia berharap, RU VII Kasim bisa memberikan kontribusi yang maksimal kepada pembangunan energi yang ada di Kabupaten Sorong dan Papua pada umumnya, serta bisa berdiri sendiri. Jika sekarang hanya 10-20 persen sumbangannya, diharapkan nanti bisa 100 persen cukup dari RU VII, sehinga bisa memacu pembangunan di kawasan timur Indonesia (KTI).
GM RU VII Kasim pun memaparkan latar belakang pembangunan open access lantaran menurunnya produksi Crude Oil atau minyak mentah yang di hasilkan oleh Petrogas Basin Ltd.

Sehingga menurunkan kapasitas pengolahan kilang RU VII yang secara desain mampu mengolah 10.000 barrel per stream day (BPSD) . Tapi, sekarang hanya mampu berproduksi 6000 BPSD saja yang merupakan kapasitas minimal pengolahan kilang (turn down capacity) dan menurunkan margin kilang sehingga tidak ekonomis.
“Hal ini yang melandasi RU VII melaksanakan proyek ini yaitu untuk mempertahankan stabilitas supply dan stock crude oil sehinga supply BBM dari kilang RU VII ke wilayah Maluku dan Papua ini bisa tetap terjaga,”ungkapnya.
Konsep dari proyek pembangunan open access RU VII Kasim ini, sambung GM RU VII ialah membuka pintu masuk crude oil dari luar daerah untuk diolah di kilang RU VII baik crude dari luar Negeri maupun dari dalam negri. Sehingga perlu dibangun beberapa fasilitas di RU VII seperti, pembangunan jetty dengan kapasitas 50.000 DWT, sehingga kapal dengan kapasitas 200.000-250.000 barrel crude oil dapat bersandar di jetty tersebut.
“Akan dibangun 4 buah tangki berkapasitas masing-masing 110.000 Barrel dengan total 440.000 Barrel, sehingga ketahan crude oil kilang RU VII adalah sebesar 40 hari,”paparnya.


Selanjutnya, direncankaan jangka panjang pengembangan kilang RU VII dari kapasitas awal 10.000 BPSD dengan harapan dapat dikembangkan hingga 50.000 BPSD. Sehingga kilang RU VII bisa menjadi barometer pembangunan energi untuk wilayah Indonesia timur. Masyarakat pun bisa mendapatkan multiplier effect dari pengembangan kilang RU VII,.
“Bai dari pengembangan ekonomi masyarakat, serta harapannya kita dapat bersama saling bahu membahu membangun Papua Barat, tujuan dari proyek open access ini adalah mengembalikan kapasitas pengolahan RU VII ke kapasitas desain yaitu 10.000 BPSD. Proyek ini sendiri akan di kerjakan oleh konsorsium PT. HK- PT GSB sebagai EPC Contractor,”terangnya.
GM RU VII berharap Wakikota Sorong mendukung proyek tersebut sebab Kota Sorong merupakan pintu masuk wilayah Sorong raya ini, sehingga perlu meminta dukungan dari Pemerintah Kota Sorong.
Pada kesempatan yang sama juga Manager ComRel & CSR PT Kilang Pertamina Internasional Dodi Yapsenang melaporkan beberapa kegiatan program CSR terkait Bencana alam dan aktifitas bantuan CSR ke wilayah kota Sorong dan Program penyaluran Program Kemitraan kepada UMKM yang berada di wilayah Kota Sorong dan kegiatan bencana bersama BPBD Kota Sorong.(juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed