oleh

Ketua GAMKI Minta Oknum Polisi Diproses

Polres Sorsel Selidiki Dugaan Kasus Penembakan di Distrik Konda

SORONG – Oknum anggota Polres Sorong Selatan berinisial OD, diduga menembak salah satu warga masyarakat Kampung Bariat Distrik Konda Kabupaten Sorong Selatan. Kejadian tersebut terjadi pada tanggal 22 Juli lalu. Puluhan aktifis mahasiswa Sorong Selatan dan aktifis organisasi kepemudaan Kabupaten Sorong Selatan angkat bicara mengecam keras kejadian tersebut.

PMB OPBJJ-UT Sorong

Ketua DPC Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kabupaten Sorong Selatan, Spenyer Naa,S.Pd kepada Radar Sorong mengatakan, korban berinisial NK (46) , pada bulan Desember 2020 lalu bertemu dengan OD lalu diberikan  minuman Cap Tikus (CT) sebanyak 20 liter kepada korban dengan imbalan korban harus  memberikan kayu 2 pohon kepada pelaku.

Dikatakannya, pada hari Selasa 20 Juli 2021, OD diberikan kayu 2 pohon untuk ditebang sebagai alat barter 20 liter CT yang diberikan pelaku pada bulan Desember 2020, namun ada keluarga korban NK yang menghalangi operator saat menebang kayu. Operator kemudian  melapor kepada majikannya dalam hal ini oknum polisi OD.

Spenyer Naa mengatakan, karena terbawa emosi, OD marah lalu pergi ke rumah korban pada hari Kamis 22 Juli jam 4 sore OD mengunakan pakaian preman dan memegang senjata laras panjang. Sesampainya di rumah NK, OD memanggil NK dengan suara keras yang dijawab korban dengan kalimat ‘ia kaka’, namun OD langsung menendang korban sebanyak 3 kali hingga NK jatuh ke tanah. “OD dalam keadaan dipengaruhi miras kemudian mengeluarkan tembakan sebanyak 5 kali namun tidak mengenai korban. Ketika pelurunya habis, OD mengambil parang dan mau memotong korban, akhirnya korban melarikan diri ke hutan,” kata Spenyer Naa sembari menambahkan saksi di tempat kejadian saat itu diantaranya Adrianus K yang merupakan Kepala Kampung dan juga beberapa keluarga lainnya.

Sebagai aktifis organisasi kepemudaan, mereka lanjut Spenyer Naa, telah meminta pendampingan LSM Kaki Baabu. Pihaknya berharap pelaku segera diproses hukum untuk mempertanggungjawabkan perbautannya.

Sementara itu, Kapolres Sorong Selatan yang dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim, Iptu. Ade Setiawan mengatakan pihaknya saat ini sedang melakukan penyelidikan mendalami kasus ini serta memeriksa saksi-saksi. ”Saat ini masih proses penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi,” kata Iptu Ade Setiawan kepada Radar Sorong melalui pesan whatshapp, kemarin. (ris)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed