oleh

Ketua DPR Kritisi Pejabat ‘Malas’

-Sorong Raya-645 views

SORONG– Lembaga DPRD Kabupaten Maybrat nampaknya sampai saat ini terus mengkritiki jajaran pejabat eselon dua, tiga dan empat di jajaran Pemerintah Kabupaten Maybrat. Salah satu yang sangat disayangkan lembaga representasi rakyat itu adalah pejabat eseloon tiga dan empat yang telah dilantik lebih dari satu tahun lalu sampai saat ini tidak melaksanakan tugas jabatannya dengan baik.

Ketua DPRD Kabupaten Maybrat, Ferdinando Solossa, SE melalui sambungan telepon seluler (12/8) menjelaskan bahwa, pejabat eseloon tiga dan empat yang telah dilantik tidak melaksanakan tugas karena kepemimpinan dari pimpinan OPD manajemennya tertutup.

“Perlu dilakukan evaluasi kepada pejabat eselon tiga dan empat, karena pasca pelantikan sampai hari ini, ada pejabat yang tidak melaksanakan tugas dikarenakan pimpinan OPD dari pejabat yang bersangkutan manajemennya tidak terbuka, sehingga mereka (pejabat eseloon dua, tiga) lebih memilih kembali ke tempat asal mereka” tandas Ketua DPRD Kabupaten Maybrat.

Selain evaluasi pejabat eselon tiga, eselon empat, DPRD Juga mendesak Bupati-Wakil Bupati Maybrat supaya segera melakukan evaluasi terhadap bendahara bendahara dinas, badan maupun bagian-bagian.

“Sudah saatnya kepala daerah melakukan evaluasi terhadap pejabat eseloon dua, eseloon tiga, eseloon empat, termasuk bendahara-bendahara, kepala distrik, termasuk kepala sekolah SD dan SMP” tandasnya sembari menambahkan jika evaluasi tidak segera dilakukan maka akan berdampak pada efektifitas penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten Maybrat.

Khusus kepala sekolah SD-SMP, lanjut politisi Golkar itu bahwa ada pejabat kepala sekolah yang belum memenuhi syarat seperti halnya tidak mengantongi sertifikat sertifikasi guru. “ ada kepala Sekolah yang jadi pejabat eseloon empat di dinas. Sehingga kami minta kepada pa bupati supaya segera melakukan evaluasi terhadap visi-misi” ucapnya sembari menambahkan bahwa komitmen bupati khusus pendidikan dan kesejatan dalam selogan cinta provesi sayang pelayanan itu harus betul betul di eksekutis oleh dua OPD ini, karena jika tidak maka di sisa tiga tahun ini visi-misi tersebut tidak akan terwujud.

Di sisa waktu yang ada sampai masa periodesasi berakhir Agustus 2022 mendatang adalah pejabat yang benar benar profesional, miliki kompentensi yang baik supaya selogan, cinta provesi sayang pelayanan itu betul betul terwujud. “ jadi kalau ada pejabat eselon tiga, empat yang lebelnya mantri, suster, atau guru, harus dikembalikan ke medis atau guru” tandasnya kepada Radar Sorong. (ris)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed