oleh

Kesembuhan 96,3 Persen, Tempat Karantina Covid Ditutup

Ketua Satgas : Mudah-Mudahan Tingkat Kesembuhan Bertambah Terus

SORONG – Setelah melalui sejumlah pertimbangan terutama tingkat kesembuhan yang ­mencapai 96,3 persen, serta menurunnya kasus positif Covid-19 di Kota Sorong, Tim Satgas Covid-19 dan Pemerintah Daerah Kota Sorong resmi menutup tempat karantina di BLK Kampung Salak yang selama ini dijadikan tempat karantina khusus bagi Orang Tanpa Gejala (OTG) atau Orang Dalam Pemantauan (ODP).

“Tingkat Kesembuhan Covid-19 sudah capai 96,3% dan di Kampung Salak sudah dikosongkan, sudah tidak ada pasien di sana lagi. Mudah-mudahan tingkat kesembuhan Covid-19 ini bertambah terus, supaya kita punya suatu harapan Kota Sorong kembali ke titik nol. Segala sesuatu ini kan yang ada dari Tuhan, berdoa, berdoa dan berdoa kepada Tuhan, maka Tuhan hindarikan kita dari penyakit itu. Kalau ada yang terpapar maka rumah sakit tangani karena ada tempat penanganan pasien Covid-19,” kata Ketua Satgas Covid-19 Kota Sorong yang sehari-harinya menjabat Wali Kota Sorong, Drs.Ec.Lambert Jitmau,MM.

Dikatakannya, penutupan tempat karantina pasien Covid satu pekan ini, setelah resmi ditutup suasana di tempat karantina Covid-19 Kota Sorong terlihat sepi. Hanya saja masih ada petugas keamanan yang berjaga. Selanjutnya pasien yang terpapar Covid-19 tanpa gejala dan tidak disertai penyakit bawaan, akan diizinkan untuk melakukan isolasi mandiri di rumah.

Untuk saat ini total pasien yang terpapar Covid-19 berjumlah 57 orang yang sebagian besar dirawat pada 4 rumah sakit penanganan Covid-19 dan ada beberapa yang melakukan isolasi mandiri dengan pemantauan langsung petugas kesehatan. “Penanganan Covid-19 tetap ada di pemerintah Kota Sorong. Setelah kita pantau dari bulan Januari sampai dengan bulan Mei peningkatan jumlah kasus positif tidak terlalu signifikan, ada tapi tidak terlalu banyak, sehingga kemudian tempat isolasi di Kampung Salak ditutup,” jelas Sekretaris Satgas Covid-19 Kota Sorong, Herlin Sasabone yang ditemui wartawan di ruang kerjanya.

Menurutnya, animo pasien positif diisolasi di tempat yang disediakan pemerintah  juga mengalami penurunan. Dua bulan terakhir pihaknya mendapatkan laporan bahwa tidak ada pasien yang isolasi di Kampung Salak, yang ada hanya petugas keamanan. “Setelah melalui pembahasan maka diputuskan bahwa tempat isolasi Kampung Salak kita tutup. Penutupan dilakukan sesuai berita acara pada hari Jumat 28 Mei lalu,” jelas Herlin Sasabone.

Dibeberkannya, presentase angka kesembuhan penderita Covid-19 di Kota Sorong hingga awal Juni 2021 berada di angka 96,3 persen. Berdasarkan data Satgas Covid-19, yang positif mencapai 3.224 kasus sedangkan yang sembuh mencapai 3.104 kasus, dan yang meninggal dunia berjumlah 63 orang.

Herlin memastikan Satgas Covid-19 dan Pemerintah Daerah Kota Sorong akan terus memantau data pasien yang terpapar Covid-19. Jika kasus melonjak maka akan dicari alternatif lain, salah satunya membuka kembali tempat karantina.  “Untuk saat ini kita lihat peningkatan kasusnya tidak terlalu signifikan, kalau pun ada penambahan hanya sekitar 5 sampai 7 dan pernah sampai 10 orang tetapi tidak terlalu signifikan. Kalau pun terjadi lonjakan pasien, penanganannya tentu kita akan kondisikan kembali. Namun untuk saat ini penanganan pasien Covid-19 yang ada, kita arahkan ke rumah sakit yang telah disiapkan tempat untuk melakukan isolasi bagi pasien positif. Kita tetap melakukan pengawasan,” pungkas Herlin Sasabone. (zia)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed