oleh

Kerukunan di Kabsor Harga Mati

-Metro-42 views

Pencanangan kampung sadar kerukunan tersebut dilakukan di Vihara Buddha Sasana pada Sabtu (5/9) ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Bupati Sorong, Dr. Johny Kamuru,SH.,M.Si bersama dengan Kepala Kerukunan Agama Kementerian Agama RI, Dr. Nifasri M.Pd. 

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sorong menyampaikan, pembangunan di Kabupaten Sorong tidak akan berjalan lancar, apabila tidak ada kerukunan antar umat yang terbangun. Begitupun dalam pembangunan RI yang tidak mungkin terjadi jika tidak ada kerukunan antar umat. 

Dimana, Bangsa Indonesia, dibangun dari wadah kerukunan beragama, baik dari tokoh-tokoh muslim yang terlibat dan juga tokoh-tokoh agama yang lain mencatat sejarah dalam perjuangan kemerdekaan RI. “Dan sampai sekarang kita semua sepakat bahwa kerukunan yang ada di Kabupaten Sorong adalah harga mati,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Kerukunan Agama Kemenag RI menyampaikan, kerukunan dalam hidup dapat dijabarkan menjadi 3 poin yakni, toleransi dimana saling menghargai dan saling menghormati, kedua ialah kesetaraan dengan menghormati penganut agama lain dan ketiga adalah kerjasama masyarakat yang tidak melihat dari etnis mana, dari suku mana dan agama apapun. 

Ia juga mendukung penuh pencanangan kampung sadar kerukunan tersebut sebagai pengingat, dengan kerukunan dapat membangun daerah, mencerdaskan bangsa dan penerus yang ada di Papua. “Meski kita beragam, namun hingga saat ini kita masih aman, rukun dan sudah diakui oleh negara-negara lain,” ungkapnya. (nam)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed