oleh

Kepala Suku Mare Soroti Rencana Pemekaran Kabupaten Maybrat

-Metro-700 views

SORONG-Kepala Suku Mare, Titus Arne, menyoroti rencana Pemekaran Kabupaten Maybrat Sau. Titus mengaku terkejut dengan rencana pemekaran tersebut karena dia tidak dilibatkan sehingga merasa kecewa. “Saya ini yang menghadirkan Kabupaten Maybrat. Saya ini tim pemekaran Kabupaten Maybrat yang ada sekarang. Saya kaget kok ada kabupaten lagi? Kok saya pindah di kabupaten yang baru. Baru kabupaten yang saya hadirkan ini, untuk siapa? Saya urus kabupaten Maybrat ini 7 tahun di Jakarta,” jelasnya kepada awak media, Sabtu (12/10) malam.


Lanjutnya, pemekaran daerah otonomi baru harus memperhatikan kesejahteraan masyarakat suku Mare. Kemudian pemekeran yang dilakukan harus persetujuan kepala suku Mare. “Kalau memang Mare masuk ke wilayah Maybrat Sau, itu saya tidak akan terima. Kalau memang pemekeran terjadi harus atas persetujuan saya. Kalau tidak, itu tidak bisa,” tegasnya.


Tokoh Intelektual Suku Mare, Samuel Bless, mengatakan rencana Pemekaran Kabupaten Maybrat dan Kabupaten Maybrat Sau dan posisi orang Yumassess. Yumases itu Yukase, Mapura, Segior, Sire, Seni, dan Seya. Dulu merupakan kampung-kampung induk yang pernah punya persatuan yang namanya Yumassess. Sehingga pemerintah perlu memperhatikan kesejahteraan Suku Mare.


“Dengan rencana pemekaran kabupaten baru yaitu Kabupaten Maybrat Sau. Orang Mare apakah masuk Kabupaten Maybrat atau Kabpuaten Induk yang ibukota di Kumurkek atau rencana berada di daerah otonomi baru di Ayamaru,” katanya saat jumpa pers di kediamannya, Sabtu (12/10) malam.
Lanjutnya, Pernyataan sikap kami sebagai tokoh intelektual Mare, jika kami bergabung di Ayamaru atau Aifat, atau Kabupaten Maybrat atau Kabupaten Maybrat Sau. Yang terpenting bagi kami adalah kami bergabung dengan Kabupaten yang memberi ruang kepada kami. “Pertama adalah ruang kesempatan kerja bagi orang Mare, mengangkat sebanyak-banyaknya orang kami duduk di OPD yang ada. Kedua, kami bergabung di Kabupaten Maybrat atau Kabupaten Sau, apabila pertanggungjawab akan pemekaran Kabupaten Mare. Ketiga memberikan jaminan keamanan untuk kami hidup dengan tenang. Kami tidak jadi anak tiri, baik di Ayamaru atau Aifat. Kami ini satu suku sendiri, dengan bahasa sendiri, kami punya masyarakat dan geografis tersendiri. Jadi jangan kami dijadikan pingpong antara Maybrat dan Maybrat Sau,” jelasnya.


Dia menambahkan Marilah kita bergabung dengan daerah otonomi yang memberi ruang politik, ruang kerja dan ruang ekonomi yang seluas-luasnya bagi orang Yumassess atau Mare Raya dan Ayamaru Utara Raya daripada keluar dari derita yang satu dan masuk pada nestapa yang berikutnya. “Lebih baik sunyi dan sepi tapi kenyang daripada ramai tetap saling berebutan sesuap nasi dalam satu belanga yang nasinya tidak penuh juga,” pungkasnya. (zia)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed