oleh

Kepala Daerah Sumber Kegagalan Otsus Papua ?

Hermanus: Otsus Adalah Dana Tanpa Pengawasan Pemerintah Pusat

SORONG – Ketua Forum Komunikasi Pencari Kerja Anak Asli Tambrauw, Hermanus Syufi menilai kepala daerah sebagai sumber kegagalan Otonomi Khusus (Otsus) di atas tanah Papua. “Yang menggagalkan Otsus adalah Gubernur, Bupati dan Walikota di seluruh tanah Papua dan elit-elit politik di Jakarta,” kata Hermanus kepada Radar Sorong, Rabu (16/6).

PMB OPBJJ-UT Sorong

Menurut Hermanus, Otsus gagal karena digagalkan oleh kepala daerah dan juga politisi Jakarta, karena Jakarta tidak menyetujui sejumlah pengajuan perdasus, sehingga pemerintah daerah leluasa menggunakan anggaran tanpa dikontrol oleh pemerintah pusat.   “Peruntukan Otsus untuk pembangunan pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan ekonomi kemasyarakatan tidak berjalan sama sekali. Bahkan dana Otsus untuk Kabupaten Tambrauw diarahkan untuk pembangunan lain yang sebenarnya tidak boleh dilakukan,”ujarnya.

Menurutnya, Otsus diberikan pemerintah pusat sebagai solusi terbaik atas tuntutan orang asli Papua yang ingin memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Oleh sebab itu, Hermanus meminta agar pemerintah harus berhati-hati mengawal Otsus, karena Otsus adalah salah satu dana yang dikuncurkan oleh pemerintah pusat ke Papua tanpa adanya pengawasan.  “Otsus dianggap gagal karena saat dana tersebut turun ke kabupaten dan kota di seluruh tanah Papua hanya dalam bentuk uang tetapi kebijakan-kebijakan Otsus untuk menerjemahkan dan mengelola anggaran tersebut tidak ada sama sekali,” tandasnya.

Hermanus mengatakan sebenarnya ada beberapa pemerintah daerah yang ingin menjalankan Otsus berdasarkan regulasi turunan dari peraturan UU, namun tidak disetujui oleh pemerintah pusat.  “Saya salah satu orang yang terlibat mengurus Perdasus itu di provinsi tapi ditolak. Padahal, perdasus untuk menerjemahkan pasal-pasal yang mungkin secara umum ada di dalam UU, diterjemahkan supaya bisa sesuai dengan penyerapan Otsus yang akan dilakukan namun hal tersebut diintervensi pemerintah pusat dan dibatasi, oleh sebab itu Otsus gagal,” tuturnya. (juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed