oleh

Kepala BPKAD Kota Diperiksa Kejaksaan

SORONG – Kali ketiga, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Sorong berinisial HT dipanggil pihak Kejaksaan Negeri Sorong untuk dimintai keterangan terkait dugaan korupsi anggaran ATK tahun 2017 sebesar Rp 8 milliar, Jumat (12/3). Hingga kini, status Kepala BPKAD Kota Sorong ini masih sebatas saksi.

Pantauan Radar Sorong, HT diperiksa oleh Kasubsi Penyidikan Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Sorong, Stevi Ayorbaba,SH di ruangannya sejak pukul 15.00 WIT hingga 23.00 WIT. Sebelumnya, HT juga sudah diperiksa pada Rabu (10/3) selama kurang lebih 8 jam lamanya. Belum diketahui pasti rentetan pertanyaan yang ditanyakan.

Sebelumnya, Kasi Pidsus Kejari Sorong, Khusnul Fuad mengungkapkan bahwa kurang lebih 10 saksi sudah dihadirkan terkait penyelidikan kasus dugaan korupsi tersebut. Diantaranya,  pegawai BPKAD Kota Sorong yang juga dihadirkan untuk dimintai keterangan perihal pengelolaan, pelaksanaan dan proses pengadaan ATK serta barang cetakan pada BPKAD tahun anggaran 2017.

”Hingga kini pemeriksaan masih berproses. Kami juga melakukan pemeriksaan kepada Bendahara Barang serta Bendahara BPKAD. Hasil pemeriksaannya belum bisa kami jelaskan karena berkaitan dengan materi ATK,” jelas Khusnul Fuad kepada wartawan, kemarin.

Sejauh ini, sambung Kasi Pidsus, sekitar 34 pertanyaan untuk Bendahara Barang dan hal ini merupakan kali kedua Bendahara Barang berinisial BG diperiksa. Pihaknya juga melakukan pemeriksaan kepada Asisten 1 Setda Kota Sorong berinisial RH yang dulunya menjabat sebagai Kepala Bappeda Kota Sorong. ”Kami mempertanyakan terkait proses penganggaran dan proses perubahan anggaran terkait ATK di BPKAD Kota Sorong. Dan berkaitan dengan anggaran, pasti kita akan melakukan panggilan kepada pihak-pihak terkait, salah satunya bisa ­saja DPRD Kota Sorong jika kami memerlukan keterangannya,” pungkasnya. (juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed