oleh

Kepala BIN Papua Tewas Tertembak KKB

JAYAPURA – Kepala Badan Intelejen Daerah (Kabinda) Provinsi Papua, Brigjen TNI Gusti Putu Danny Nugraha Karya tewas tertembak di Kampung Dambet Distrik Beoga Kabupaten Puncak Pro­vinsi Papua, Minggu (25/4) sekitar pukul 15.30 WIT. Pangdam XVII/Cenderawasih ­Mayjen TNI Ignatius Yogo Triyono membenarkan gugurnya jenderal bintang satu tersebut. “Betul, gugur,” kata Pangdam singkat saat dihubungi wartawan di Jayapura, Minggu (25/4).

Kronologis tertembaknya Kabinda Papua, Pangdam mengaku belum diterima secara lengkap karena komunikasi ke Beoga yang tidak lancar, namun jenazah saat ini masih berada di Beoga.  “Jenazah masih di Beoga, rencana besok (Hari ini,red) dievakuasi,” jelasnya.  Informasi yang dihimpun  Radar Sorong, jenazah Brigjen TNI Gusti Putu Danny Nugraha rencananya akan dievakuasi, Senin (26/4) menuju Timika menggunakan ­helikopter. 

PMB OPBJJ-UT Sorong

Gugurnya Brigjen Danny menambah panjang korban meninggal dunia di Puncak akibat konflik bersenjata.  Sebelumnya, dua guru di Beoga, Oktovianus Rayo (41) dan Yonatan Rande (26) ditembak KKB pada tanggal 8 dan 9 April lalu, disusul penembakan terhadap tukang ojek Udin (41) di Kampung Erogama Distrik Ilaga pada 14 April 2021 dan seorang pelajar Ali Mom (16) ditembak di Kampung Wuloni Ilaga. “Situasi di Puncak belum aman, makanya saya turun,” kata seorang warga Puncak yang tidak mau disebutkan namanya.

Kepala BIN Daerah (Kabinda) Papua, Brigjen TNI Putu Dani Nugraha Karya gugur usai ditembak KKB kelompok Lekagak Telengen di Beoga. BIN menyebut Brigjen Putu tertembak di bagian kepala. Juru Bicara BIN, Wawan Purwanto menjelaskan kronologi kontak tembak senjata yang terjadi antara Satgas BIN dengan kelompok KKB. Saat itu, kata Wawan, Satgas BIN dan Satgas TNI-Polri tengah melakukan patroli menuju Desa Dambet, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua.

”Pada hari Minggu, tanggal 25 April 2021, Satgas BIN Bersama dengan Satgas TNI-Polri melakukan perjalanan menuju Kp. Dambet Distrik Beoga Kab. Puncak dalam rangka observasi lapangan dan pengejaran Bersama Pasukan TNI-Polri untuk Pemulihan Keamanan di sekitar SDN Dambet dan Honai Milik Benert Tinal (Kepala Suku Distrik Beoga) yang dibakar pada tanggal 17 April 2021 serta untuk memotong Pergerakan Pok KSB ke Illaga,” kata Wawan dalam keterangannya, Minggu (25/4). 

Di tengah perjalanan, sekitar pukul 15.50 WIT, Brigjen Putu beserta Satgas BIN dan Satgas TNI-Polri dihadang oleh kelompok KKB. Saat itulah aksi baku tembak pun terjadi di sekitar gereja Desa Dambet, Beoga, Puncak. Brigjen Putu, kata Wawan, terkena tembakan saat kontak tembak tersebut. Menurutnya Brigjen tertembak di bagian kepala. ”Akibat kontak tembak tersebut mengakibatkan korban dari Satgas BIN, Kabinda Papua Papua Brigjen Pol. Putu Danny Nugraha Karya tertembak di bagian belakang kepala dan tembus depan kepala yang mengakibatkan Gugur sebagai Kusuma Bangsa,” jelas Wawan. 

Sementara itu, Jaringan Damai Papua (JDP) menyampaikan turut berbelasungkawa dan rasa duka yang dalam kepada Negara, Panglima, keluarga besar TNI dan keluarga almarhum Brigjen TNI I Gusti Putu Danny Nugraha Karya, Kabinda Papua hari Minggu (25/4) sekitar pukul 15.30 WIT di Beoga, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua.

Yan Christian Warinussy mewakili JDP mengatakan,  menyerukan agar, pertama, Panglima TNI dapat mendahulukan dipastikannya proses evakuasi jenasah almarhum Kabinda Papua Brigjen I Gusti Putu Danny Nugraha Karya dapat berlangsung dalam suasana aman dan terkendali hingga selesai dengan baik.  Kedua, mendesak agar Panglima TNI dan Kapolri dapat memastikan untuk menata kembali segenap rencana operasi militer di Tanah Papua pada umumnya dan khusunya di wilayah Kabupaten Puncak dengan menempatkan keselamatan dan keamanan warga masyarakat sipil di atas segalanya. 

Ketiga, kiranya Presiden Joko Widodo dapat segera memanggil Panglima TNI dan Kapolri untuk melakukan revieuw atas segenap Operasi Keamanan di Tanah Papua, khususnya di wilayah Pegunungan Tengah termasuk Kabupaten Puncak dan Kabupaten Intan Jaya serta Kabupaten Nduga dengan titik tekan pada pemulihan situasi kemanusiaan dari warga sipil pada umumnya serta para pengungsi Nduga.

Warinussy menyatakan, JDP senantiasa teguh dan konsisten mendorong agar Presiden Joko Widodo bersama negara dalam konteks aparat keamanan TNI dan Polri untuk senantiasa memberi ruang bagi terlayaninya rakyat sipil dan para pengungsi di daerah konflik bersenjata di kawasan Pegunungan Tengah Papua.

JDP juga memberi saran konkrit kepada Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPN PB) untuk bersedia memberi ruang dan kesempatan bagi aparatur kemanusiaan menjalankan tugasnya melayani rakyat sipil dan para pengungsi yang tengah menghadapi situasi krisis ekonomi, serta keterbatasan pelayanan kesehatan dan gizi di wilayah-wilayah konflik seperti Kabupaten Nduga, Kabupaten Intan Jaya, dan Kabupaten Puncak saat ini. (al/lm/**/detikcom)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed