oleh

Kembali Beroperasi, Kopiitem Terapkan Protokol Kesehatan

-Ekonomi-89 views

SORONG – Setelah tutup sementara sejak merebaknya pandemi covid-19 di Kota Sorong, Cafe Kopiitem, salah satu cafe hits di Kota Sorong akhirnya kembali beroperasi, Jumat (3/8). Kembali dibukanya cafe ini tentu jadi hawa segar bagi para pecinta kopi dan loyal customer Kopiitem.
Anak muda yang masih bingung mencari tempat nongkrong, Kopi Item bisa jadi salah satu referensinya.
Kopiitem kembali dengan masih mempertahankan konsep lama yaitu kenangan. Sebab banyak dari pengunjung yang kembali ke Kopiitem karena memiliki banyak kenangan dengan tempat ini. Pelanggan yang datang ke sini juga tak perlu khawatir, sebab Kopiitem juga telah mematuhi pelaksanaan pemeriksaan protokol keamanan bagi siapapun yang datang. Selain diterapkan bagi pelanggan, protokol tersebut juga diperketat bagi seluruh karyawan Kopiitem.
Ardi selaku supervisor Kopiitem mengungkapkan, seluruh karyawan wajib melakukan rapid tes sebelum bekerja.
”Sebelum kerja mereka harus test rapid. Alhamdulillah, hasilnya semua non reaktif,” ujarnya kepada Radar Sorong, Jumat (3/7). Selain itu, kata dia, karyawan Kopi Item juga wajib menggunakan face shield selama bekerja. Hal dilakukan demi meminimalisir penye­baran virus covid-19.
Ditambahkan Ardi, di awal kembalinya Kopiitem saat ini angka kunjungan masih rendah.
”Kunjungan untuk saat ini new normal kami masih belum banyak pengunjung. Harapannya sih dengan adanya protokol baru bisa ­membantu kami agar tetap buka normal seperti biasa dengan persyaratan protokol dari permerintah,” kata dia.
Demi menarik kembali minat pelanggan, Kopiitem juga kembali menghadirkan event rutin sepeti live music dan berbagai promo seperti diskon 10% bagi pemegang karti BP Jamsostek, serta ada promo produk untuk pembelian melalui grab food maupun go food.
Kabar yang paling spesial, sejak kembali beroperasi Kopiitem menyediakan beberapa menu baru seperti nasi ayam kemangi, nasi kriuk tuna pedas dan beberapa snack. Kopiitem juga menerima pesanan catering, ­delivery order bahkan menyediakan meeting room.
Sebagai penggiat usaha, Ardi berharap agar ada ­informasi yang pasti dan transparan dari pemerintah agar untuk mensuport para pelaku usaha.
”Saya harap anda transparansi dari pemerintah untuk kami para penggiat usaha, yang juga sebagai pengembang perekonomian Kota Sorong dan sebagai pembantu pemungut pajak ppn 10%,” tutupnya. (ayu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed