oleh

Kematian MB Dinilai Janggal, Keluarga Minta Keadilan

-Metro-134 views

SORONG-Merasa kematian Alm MB (16) janggal, puluhan massa yang merupakan keluarga dari Alm MB melakukan aksi demo damai di Mapolres Sorong kota, Selasa (16/3) untuk meminta keadilan. Dimana, keluarga meminta agar pihak kepolisian melakukan penyidikan secara transparan terhadap kematian MB.

Alm MB merupakan salah satu dari enam orang penumpang yang berada di mobil Toyota Avanza merah yang menabrak pangkalan ojek di jalan Melati Raya, pada 04.30 WIT Minggu (14/2).  Keenam penumpang tersebut diketahui berinsial VS (20) merupakan pengemudi, SWM (24) meninggal dunia, MB (16) meninggal dunia, EK (23), JP (26), FT (18) dan HG (21).

Dalam aksi demo damai tersebut, keluarga bersama sejumlah masyarakat berjalan dari Klademak 2 hingga ke Mapolres Sorong kota dengan membawa spanduk dan kertas-kertas yang bertulisan. Pada spanduk tersebut, bertuliskan kepada Yth Kepolisian Sorong Prov Papua Barat. Kami datang meminta keadilan atas meninggalnya anak, adik, cucu, keponakan, sahabat kami MB yang dinilai tidak wajar oleh keluarga.

Kertas lainnya bertuliskan, berikan keadilan bagi anak, saudara dan sahabat kami, Nama baik Marjofan butuhkan keadilan. Sementara itu, kertas lainnya bertuliskan, tolong hukum jangan dibeli, adik saya manusia biasa yang butuh keadilan.

Sesampainya di Mapolres Sorong kota, perwakilan keluarga bertemu dengan Kabag Ops Polres Sorong kota, Kompol James O. Tegai untuk menyerahkan berkas yang bertuliskan kejanggalan-kejanggalan kematian MB.

Saat menyerahkan berkas tuntutan, keluarga mengungkapkan mereka cukup kecewa dengan pernyataan yang mengatakan kecelakaan tersebut merupakan laka tunggal padahal belum dilakukan penyelidikan dan investigasi dengan benar namun sudah mengeluarkan pernyataan ke publik. “Itu namanya pembohongan public,”jelas salah satu keluarga, kemarin.

Melihat adanya kejanggalan atas kematian MB, keluarga memutuskan untuk menuliskan kejanggalan-kejanggalan tersebut di dalam berkas untuk kemudian diserahkan kepada pihak kepolisian Polres Sorong kota. Dengan penyerahan berkas tersebut, pihak keluarga berharap adanya keadilan bagi pihak keluarga. Meskipun, nantinya hasil penyelidikan menurut hukum yang berlaku tidak sesuai dengan harapan, pihak keluarga terima dengan ikhlas.

“Tidak masalah karena kami sudah angkat hati dan serahkan kepada Tuhan. Kami percaya, apabila ada orang yang mencoba membelokkan kasus ini maka orang tersebut berserta tujuh turunannya akan memikul barang ini,”tegas salah satu keluarga

Usai menerima berkas tersebut, Kabag Ops Polres Sorong kota, Kompol James O. Tegai mengungkapkan ia akan menyerahkan berkas tersebut kepada Kapolres Sorong Kota. Kabag Ops juga mengapresiasi kedatangan keluarga untuk menyampaikan aspirasi dengan damai. 

“Keluarga korban tadi meminta hukum positif ditegakkan atau proses hukum dan digali lagi kebenarannya terkait hal-hal yang berkaitan dengan kejadian kecelakaan pada 14 Februari 2021 tersebut, namun kami akan melihat tuntutannya juga,”ujarnya.

Sementara itu, Kanit Laka Satlantas Polres Sorong kota, Ipda Sunoto mengungkapkan, permasalahan tersebut sebenarnya terkait laka lantas hanya saja pihak keluarga menduga kematian anaknya adalah kasus pembunuhan. Namun, karena kasus tersebut berupa laka lantas sehingga pihak Satlantas Polres Sorong melakukan penanganan kasus berdasarkan dengan UU Lalu lintas.

“Pengendara mobil tersebut sudah kami tahan bahkan kasus tersebut sudah dialihkan ke Kejaksaan Negeri Sorong. Kami pun akan memproses kasus tersebut,”pungkasnya.(juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed