oleh

Kematian Dinilai Janggal, Massa Blokade Jalan

SORONG – Buntut dari kecelakaan yang menimpa korban berinisial RJK sehingga meninggal dunia di depan Perumahan Dokarim Klademak Kota Sorong, Minggu (22/2) sekitar pukul 07.30 WIT, massa memblokade jalan dengan melakukan pemalangan dan pembakaran kayu serta ban di beberapa titik pada dua ruas jalan A. Yani, Klademak Kota Sorong.

Pantauan Radar Sorong, salah satu ruas jalan A. Yani dari Kampung Baru menuju Remu, dipalang sehingga arus lalu lintas dari arah kota dialihkan melalui Jalan Baru. Aksi blokade jalan tersebut lantaran massa merasa meninggalnya korban bukan murni kecelakaan melainkan karena dianiaya.

Lalu lintas di Jalan A. Yani sempat mengalami kemacetan, sementara pihak kepolisian Polsek Sorong Kota dan Polres Sorong Kota tetap melakukan penjagaan di tempat terjadinya aksi pemalangan dan pembakaran ban guna mengantisipasi kejadian yang tak diinginkan serta menjamin keselamatan pengendara lain

Kapolsek Sorong Kota, Kompol Salim Nurlily,S.IP,MH kepada wartawan menjelaskan, yang bersangkutan sedang mengendarai sepeda motor dari arah SD Al-jihad menuju ke Kampung Baru. Namun saat tiba di di depan komplek Perumahan Dokarim Klademak, yang bersangkutan kehilangan kendali sehingga terjadi laka lantas dan akhirnya meninggal dunia. “Saat ini jenazah sementara berada di Rumah Sakit Sele Be Solu untuk persiapan dibawa ke rumah duka,” jelasnya kepada wartawan, semalam.

Dikatakannya, keluarga korban terkesan tidak menerima, dan menduga bahwa korban meninggal bukan karena kecelakaan melainkan karena adanya penganiayaan. “Namun kami membantah hal tersebut karena itu tidak benar. Sebab setelah kami lakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi di lapangan, tidak ada tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan dan juga kecelakaan tersebut murni kecelakaan tunggal,” jelas Kapolsek. Pantauan hingga pukul 23.00 WIT, kedua ruas jalan A. Yani lumpuh total lantaran dilakukan pembakaran kayu dan ban oleh oknum masyarakat di beberapa titik.

Jenazah korban tiba sekitar pukul 23.36 WIT dengan mobil ambulans, massa mulai tidak terkontrol dan melakukan pelemparan, memaksa polisi melakukan penembakan gas air mata beberapa kali. Buntut dari pelemparan, kaca depan mobil polisi pun terkena imbas. (juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed