oleh

Kelulusan CPNS Pemkot, 78 Persen OAP

Wali Kota : Moi Segala-galanya, Saya Terima 36 

Pemerintah Kota Sorong akhirnya mengumumkan hasil seleksi CPNS formasi 2018, Jumat (2/10). Pengumuman Nomor : 800/312/BKPSDM/2020 melalui website sorongkota.go.id.  Namun saat dihitung manual berdasarkan marga OAP, dari 361 peserta yang lulus hanya sekitar 214 OAP, bila dipresentasikan menjadi 60 persen OAP dan 40 persen non OAP. Namun hal tersebut menurut Wali Kota Sorong, tidaklah benar. “Ada OAP yang tidak gunakan marga, sehingga berdasarkan perhitungan kami OAP 78 persen dan 22 persen dari non OAP,” jelas Lambert Jitmau saat dikonfirmasi Radar Sorong melalui sambungan telepon seluler, kemarin.

Lambert menyatakan, bisa saja orang Asli Papua 100 persen tergantung pada keputusan Kepala Daerah, tapi Lambert menentukan OAP sekitar 78 persen sehingga 22 persen adalah non OAP yang sudah lama berada di Kota Sorong. “Saya mau paksakan kalau non OAP lebih dari 30 persen nanti rawan, sehingga yang belum tembus saya mohon maaf, nanti akan dipertimbangkan ketika penerimaan di tahun berikut,” ungkapnya. “Keterwakilan semuanya ada, tapi orang Moi segala-galanya. Saya terima 36 orang dari yang daftar sekitar 45 orang Moi, jadi hasil ini sangat luar biasa,” sambungnya.

Ratusan Polisi Amankan Pengumuman CPNS

Mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan pascapengumuman kelulusan CPNS Pemkot Soorng formasi 2018 pada Jumat (2/10), sebanyak 350 anggota Polres Sorong Kota dan personel Brimob Detasemen C disiagakan. Ratusan personel mengamankan lima titik yakni di kantor Walikota, kediaman Wali Kota Sorong, kediaman Kepala BPKAD, Kediaman Ketua Panitia Penerimaan CPNS Formasi 2018 dan kantor DPRD Kota Sorong. 

Kapolres Sorong Kota AKBP Ary Nyoto Setiawan,S.IK,MH mengatakan, pengamanan guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Pengamanan rencananya berlangsung dua hari. “Kita lihat, kalau situasinya memang kondusif dan tidak ada gejolak, mungkin pengamanan akan dilakukan sampai Sabtu (Hari ini,red), sambil terus melihat perkembangannya karena kita tidak bisa berspekulasi dan berandai-andai dalam hal keamanan,” katanya.

Situasi Kota Sorong saat ini sambung Kapolres, aman dan kondusif. Berdasarkam keterangan Wali Kota Sorong kepada Kapolres Sorong Kota, komposisi kelulusan CPNS 70-30.  “Jadi dirasa pasti aman karena sesuai dengan kuota. Tapi kami tetap harus antisipasi dan melihat kemungkinan-kemungkinan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, potensi juga harus dipetakan lagi,” ucapnya.

Terkait pengamanan, Kapolres mengatakan ia yang menawarkan kepada Wali Kota karena tugas kepolisian memang memberikan pelayanan dan menciptakan rasa aman. “Setelah saya menghubungi Pak Wali untuk menawarkan pengamanan, baru kemudian Wali Kota Sorong membuat permohonan kepada kami,” jelasnya. (Juhra Nasir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed