oleh

Keluhan Masyarakat Mare Raya Terjawab

-Metro-20 views

Keluhan Warga Mare Raya Kabupaten Maybrat terkait akses jalan utama yang menghubungkan kampung dan distrik perlahan mulai dijawab Pemkab Maybrat. Melalui sambungan telepon (7/10) Anggota DPR Kabupaten Maybrat Yonas Yewen A.Md mengapresiasi pemerintah daerah (eksekutif-legislatif) yang telah mendorong sehingga beberapa spot jalan yang kondisi rusak parah mulai diperbaiki.

Politisi Nasdem Itu menjelaskan, lembaga  DPRD di tahun ini telah menetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) perubahan dan telah mengalokasikan anggaran kurang lebih empat miliar untuk perbaikan empat titik spot jalan Sukesiar Suswa yang selama ini dikeluhkan masyarakai.

“Sekmen jalan raya Sukesiar-Suswa ada empat segmen, yang dilakukan perbaikan. satu sekmen Rp 1 miliar dan empat sekmen Rp 4 miliar,” tandasnya.

Selain perbaikan jalan Sukesiar -Suswa, pemerintah juga telah menetapkan APBD-P untuk perbaikan dan peningkatan ruas jalan utama Aifat Timur, Ayawasi- Mosun. ” Sebagai ketua fraksi saya mengapresiasi bupati dan jajaranya sehingga memasukan perbaikan dan peningkatan  ruas jalan, Mare, Aifat Timur, Ayawasi- Mosun,” tutur politisi muda dan juga mantan wartawan salah satu media cetak itu.

 “Semestinya tidak masuk dalam APBD-P, tetapi, pak bupati dan jajaranya mengambil kebijakan mengatasi persoalan yang dihadapi rakyat termasuk Mare dan Aifat Timur,” ungkap Yewen. 

Sebagai politisi yang mewakili representasi suara rakyat dari dapil empat mare Raya dan Ayamaru Utara Raya, sebelum alat berat dikerahkan untuk memulai pekerjaan perbaikan jalan Sukesiar-Suswa, Pihaknya terlebih dulu turun ke masyarakat untuk bertatap muka langsung untuk membicarakan kepentingan perbaikan jalan supaya ketika kontraktor memulai pekerjaan jangan dihalang – halangi oleh masyarakat atau menuntut ganti rugi tanah atau hal ulayat.

Dan puji Tuhan, lanjut Yewen, setelah berdiskusi dengan masyarakat, akhirnya semua sepakat menyamakan persepsi mendukung penuh proyek pemerintah karena untuk kepentingan kesejahteraan mereka. Bahkan sebelum alat berat memulai bekerja, para tokoh sepakat melakukan ritual adat agar pekerjaan dapat berjalan dengan baik sampai selesai. (ris)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed