oleh

Keluarga Korban Demo Kejari

Minta Kejaksaan Berlaku Adil

SORONG – Sejumlah warga yang mengaku selaku keluarga dari Alm MF, korban pembunuhan ­pada 25 November 2021 di Distrik Aifat Kabupaten Maybrat, berunjuk rasa di depan Kantor Kejaksa­an negeri Sorong, Senin (7/7), menuntut pihak Kejari Sorong bersikap adil atas kasus ­pembunuhan yang telah bergulir di Pengadilan Negeri Sorong.

Sebab, keluarga korban menilai pembunuhan tersebut sudah terencana dan dilakukan oleh 4 orang. Namun yang disesalkan pihak keluarga karena ketika penetapan tersangka, pihak kepolisian Polres Sorong Selatan hanya menetapkan 1 orang tersangka berinisial OK, sementara 3 orang lainnya berinisial NK, SK dan BK yang diduga ikut serta, tidak ditetapkan sebagai tersangka.

Tidak hanya berorasi, keluarga korban juga menyertakan foto ketiga orang yang diduga sebagai tersangka dan menuliskan aspirasi dan tuntutannya dalam kertas dan pamphlet, diantaranya Kepolisian Kabupaten Sorong Selatan segera menangkap pelaku pembuhan berencana terhadap MF yang masih berkeliaran di lingkungan Pemerintah Kabupaten Maybrat. Segera batalkan proses persidangan yang tidak transparan dan cacat secara hukum. Kami keluarga korban tuntu keadilan sesuai hukum yang berlaku, Polres Sorong Selatan stop perkosa pasal 340 KUHP.

Dalam orasinya, anak sulung korban nampak mencoba tegar sambil menahan tangis mengungkapkan, ia menuntut keadilan atas pembunuhan bapaknya di depan mata adik kandungnya. Ia mengungkapkan saat ini ia bersama ketiga adiknya tinggal sendiri lantaran sudah tidak memiliki orang tua lagi. “Sekarang kami menderita, harus berlindung sama siapa. Saya datang ke sini meminta keadilan yang sejujur-jujurnya, tolong perhatikan perasaan kami,” ucapnya sambil terisak tangis.

Kepala Kejaksaan Negeri Sorong melalui Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejaksaan Eko Nuryanto,SH bersama Kasi Pidsus Khusnul Fuad,SH yang menerima pengunjuk rasa, kemudian mengajak perwakilan keluarga melakukan pembicaraan di dalam Kantor Kejasaan Negeri Sorong.

Usai pertemuan, Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Sorong, Eko Nuryanto,SH mengungkapkan dalam penanganan perkara tersebut pihaknya sudah melakukan sesuai dengan SOP. Eko menerangkan, berdasarkan hasil penyidikan yang dilakukan penyidik Satreskrim Polres Sorong Selatan, menetapkan hanya 1 orang tersangka di dalam SPDPnya sehingga saat dilimpahkan ke PN Sorong hanya 1 tersangka. “Karena berdasarkan fakta kejadian yang dihadirkan penyidik di dalam berkas perkara ini sampai saat ini hanya 1 orang yang melakukan,”­ujarnya.

Kasi Pidum mengakui, berdasarkan fakta dalam berkas perkara tersebut, pelaku mengakui kehadiran rekan-rekannya, hanya saja mereka berada di dalam mobil dan tidak melakukan apapun, sedangkan tersangka OK yang turun. “Setelah kami pelajari, di dalam berkas dan fakta yang ada dalam berkas perkara ini tidak ada keterkaitan yang lain. Jadi dalam berkas perkara ini tidak ada pelaku yang lain, sehingga memang pelakunya hanya satu orang. Itulah yang kami limpahkan ke PN yaitu inisialnya OK dengan pasal dakwaan 338 KUHP tentang pembunuhan sub pasal 351 ayat (3) penganiayaan yang menyebabkan kematian,” tuturnya.

Sementara itu, perwakilan keluarga  korban, Maria Kocu mengatakan, perwakilan pihak keluarga telah melakukan pertemuan tertutup dengan Kejaksaan Negeri Sorong, dimana telah disampaikan bahwa tidak menutup kemungkinan akan ada penetapan tersangka baru. “Tadi disampaikan bahwa tidak menutup kemungkinan dari pemeriksaan saksi-saksi akan muncul tersangka-tersangka baru dengan alat bukti yang baru dan dari kesaksian kami,” ucap Maria Kocu kepada wartawan, kemarin.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian, Pengkajian dan PengembanganBantuan Hukum (LP3BH) Manokwari, Yan Christian Warinussy menyatakan keprihatinannya atas langkah Kejari Sorong yang hanya membawa seorang tersangka OK saja ke Pengadilan Negeri (PN) Sorong, terkait dugaan penganiayaan berat dan atau pembunuhan yang menimpa korban MF pada Rabu, 25 November 2021 sekitar pukul 20.00 WIT.

Warinussy mengatakan, pihak­nya mengetahui hanya satu tersangka dari dakwaan Jaksa Penuntut Umum Erly Andika,SH dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Sorong. Dari sini dapat diduga bahwa seakan-akan hanya tersangka OK melakukan perbuatannya sendiri saja.  Padahal lanjut advokat senior ini, saksi-saksi mengetahui kalau perbuatan penganiayaan terhadap korban MF sesungguhnya diduga dilakukan secara bersama-sama oleh tersangka OK dengan NK, SK dan BK.

“Sehingga atas nama klien kami Saudara Yonas Kocu dan keluarga besar korban memohon agar Ketua Pengadilan Negeri Sorong Kelas IB melalui Ketua Majelis Hakim perkara pidana Nomor : 140/Pid.B/2021/PN.Son, berkenan memerintahkan Jaksa Penuntut Umum melengkapi dakwaannya terkait perbuatan ­pida­na terkait tersangka OK,” kata Warinussy kepada Radar Sorong, kemarin. (juh/lm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed