oleh

Keluarga Framu Raya Gelar Musyawarah Adat

-Metro-136 views

SORONG- Keluarga besar marga Solosa, Crumles, Safkaur, Sikirit, Susim, dan keluarga besar yang terkait didalamnya sepakat menggelar musyawarah adat untuk membahas dan menyepakati beberapa poin penting yang terkait dengan kepentingan besar marga marga yang mendiami wilayah adat Framu Raya Distrik Ayamaru kedepan.

Beberapa poin penting yang dibahas diantaranya terkait persatuan dan keutuhan masyarakat adat Framu Raya kedepan, rencana pemindahan wilayah administrasi pemerintahan dan masyarakat framu raya ke lokasi yang baru, rencana pengusulan kampung pemekaran serta agenda strategis lainnya lainnya terkait visi besar masyarakat framu raya kedepan.

Hadir dalam pertemuan tersebut, Raja Fra mu, Dr. Marthinus Solossa, SH.M.Hum, sesepuh framu, Drs. Agustinus Saa,M.Si, Drs, Lukas Solossa, Drs.Mekianus Clumbles, Oktovianus Solossa, Kepala Kampung Framu Nelwan Naa, Yulianus tokoh masyarakat Karet, Kepala Distrik Ayamaru Demianus Lemauk, Kepala Distrik Ayamaru Tengah Sepnat Naa,S.Pd. Ketua DPR Maybrat, Fern ando Solossa, Anggota DPR Maybrat Yulian Solossa, Ortisan Solossa dan beberapa tokoh serta intelektual framu yang datang dari kabupaten – kota di Papua dan Papua barat.

Raja Framu, Marthinus Solossa menjelaskan bahwa Kampung Framu di Distrik Ayamaru merupakan pusat beradaban pemerintahan di bumi A3 Maybrat. ” Jadi bicara onder afdeline (pemerintahan wilayah) itu tidak ada di mana mana, cuma ada di sini (framu), sekarang baru terjadi pemekaran distrik kampung dimana mana. Dengan dasar itulah yang mendorong kami keluarga besar framu untuk duduk musyawarah adat, konsolidasi, meny atukan persepsi, kira kira framu ini kita mau bawa kemana, intinya membangkitkan  kem bali kejayaan hak kesulungan  framu” ucap Dosen Fakultas Hukum Uncen tersebut.

Dijelaskan, Wilayah framu raya meliputi Segeor yang sekaran menjadi Distrik Ayamaru Jaya, Sorotan yang sekaran Distrik Ayamaru Barat dan Sauf raya. ” Wilayah yang baru saya sebutkan ini ko sudah jadi distrik, ko kita (framu) yang ibu kandung melahirkan anak anak ini ( distrik pemekaran) sudah naik pangkat ko kita yang ibu kandung ini tidak naik pangkat ( jadi Distrik), jadi ini harus menjadi perhatian khusus” tukasnya sembari menambahkan, kita harus saling menerima dan mengakui, siapa tuan tanah siapa pendatang dan penikmat.

Sementara itu, Ketua DPR Maybrat, Ferdinando Solossa menambahkan musyawarah adat ini merupakan musyawarah lanjutan dari sebelumnya yang dilakukan akhir 2019 lalu. Hasil pertemuan ini, lanjut Nando telah menghasilkan beberapa kesepakatan yang akan dimantapkan pada sidang adat yang akan dilaksanakan pada awal Januari 2022 mendatang. Ada pun beberapa poin yakni pemetaan wilayah adat berdasarkan marga marga yang mendiami wilayah adat framu, rencana tata ruang kampung dan distrik di atas tanah adat Framu Raya serta memban gun konsolidasi dan konsensus bersama menuju Framu Raya yang lebih baik dan solid ke depan.

” Forum ini merupakan forum keluarga, untuk membangun konsensus bersama menuju framu emas. Tidak ada unsur politik, ini murni merupakan forum efaluasi, konsolidas dan penyamaan persepsi untuk membangun wilayah adat dan persatuan kami anak anak framu yang solid kedepan” tandas politisi Golkar itu sembari menambahkan bahwa forum musyawarah ini guna menyatukan kembali kelompok marga yang ada di framu raya. Forum Musyawarah adat yang berlangsung selama enam jam itu berla ngsung cukup dinamis.(ris)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed