oleh

Kelompok Arar Mandiri Olah Rumput Laut jadi Kerupuk

-Ekonomi-134 views

AIMAS – Rumput laut merupakan salah satu sayuran laut yang memiliki cukup banyak manfaat dan dapat diolah menjadi beragam jenis olahan makanan. Selain dikenal sebagai bahan baku jelly, rumput laut juga dapat diolah menjadi cemilan kerupuk, seperti yang dilakukan oleh ibu-ibu dari Kelompok Arar Mandiri sejak tahun 2019.

“Kalau untuk Kelompok Arar Mandiri sudah sejak tahun 2019,” terang salah satu ­anggota kelompok, Ramona Arkam kepada Radar Sorong via Whatsapp beberapa waktu lalu.
Dijelaskan Ramona, Kelompok Arar Mandiri dan beberapa kelompok lainnya dibentuk bersama dengan aparat kampung dengan dukungan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Kampung Arar dan program inovasi desa pembangunan ekonomi lemah (PED-PIL) pemerintah desa.

Salah satu mata pencaharian masyarakat di Kampung Arar yakni membudidayakan rumput. Melalui budidaya tersebut dibentuklah kelompok budidaya rumput laut yang hasilnya dijual ke Bumdes. Melihat hasil rumput laut yang mumpuni, Bumdes bersama pemerintah Kampung Arar membuat usaha kecil untuk ibu-ibu di Kampung Arar untuk menambah penghasilan rumah tangga.

Olahan kerupuk tersebut diolah dan dikemas sebaik mungkin dengan tetap menjaga citarasa kerupuk yang berasal dari rumput laut tersebut. Kemasan dengan tulisan dapur imampi telah dipasarkan dan dipamerkan dalam setiap kegiatan yang diadakan oleh Pemerintah Kabupaten Sorong.
Tidak hanya rumput laut, dijelaskan Ramona, olahan rumput laut yang dibuat oleh ibu-ibu di Kampung Arar cukup beragam.

“Jadi kami juga mengolah rumput laut menjadi beberapa seperti, bakso stick, es cream dan jus vita jelly,” katanya. Meski diakui cukup membantu pendapatan rumah tangga di Kampung Arar, namun saat ini penjualan kerupuk rumput laut masih hanya sebatas wilayah Sorong Raya. Adapun produksi yang dihasilkan masih tergantung dari pesanan.

“Karena kelompok ini bekerja sama dengan Bumdes, dan Bumdes bekerja sama dengan Petrogas, maka kami juga memasukkan olahan kami ke Bumdes, untuk ­dijual ke Petrogas,” jelasnya.
Sayangnya, penjualan hasil olahan rumput laut tersebut masih belum dapat dilakukan hingga ke luar daerah, dikarenakan menunggu registrasi penjualan atau label halal yang masih belum keluar.

Dengan adanya Covid-19, diakui Ramona cukup memberikan dampak terutama pada bahan baku rumput laut yang lebih banyak megalami gagal panen, sehingga berpengaruh pada produksi olahan rumput laut.
Meski demikian, ia berharap agar kedepannya usaha dari Kelompok Arar Mandiri kedepannya dapat terus berkembang dengan mendapatkan dukungan dari pemerintah pusat maupun daerah. (nam)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed