oleh

Kejari Sorong Terbaik se-Indonesia

-Metro-191 views

SORONG-Kejaksaan Negeri (Kejari) Sorong meraih predikat terbaik se-Indonesia dalam penanganan tindak pidana Korupsi di wilayah Sorong sepanjang tahun 2020. Predikat tersebut diraih berdasarkan optimalisasi perkara Korupsi di wilayah Sorong oleh Kejaksaan Agung RI.

Kepala Kejaksaan Negeri Sorong Muttaqin Harahap, SH.,M.H, menerangkan, dirinya sebenarnya tidak paham cara penilaian pusat sehingga Kejari Sorong dinobatkan sebagai yang terbaik dalam penanganan perkara korupsi tersebut. Namun, sambung Muttaqin, berdasarkan informasi yang ia dapatkan, dapat dimungkinkan diraihnya predikat terbaik ini karena tuntutan Kejari Sorong terhadap banyak perkara dapat terselesaikan.

“Namun apapun itu, sudah ada hasil penilaian terbaik, dimana ada kepuasan tersendiri bagi kami. Akan tetapi di sisi lain saya ucapkan Innalillahi karena beban kami makin berat. Alhamdulillah dengan predikat tersebut menjadi dorongan bagi para staf maupun karyawan Kejari Sorong untuk dapat bekerja dengan baik,”jelasnya saat mengadakan konsference pers pada Rabu (23/12).

Pada tahun 2020, Kejaksaan Negeri Sorong sedang menangani beberapa kasus tindak pidana korupsi, dimana saat sini Kejari Sorong sedang melakukan penyelidikan terhadap dua kasus korupsi, 20 tuntutan perkara yang berasal dari pihak penyidik dari daerah Raja Ampat dan perkara Asrama Bintuni serta empat perkara yang telah dieksekusi

Perkara Teluk Bintuni sudah dalam proses sidang dan tahapan penuntutan, namun dua SPDP telah dikembalikan oleh pihak Kejari Sorong kepada pihak penyidik (Polres Sorong kota). Kedua SPDP tersebut, sambung Kejari Sorong atas nama GM dan YM dimana pada 1 Desember 2020 dua SPDP tersebut sudah dikembalikan ke Polres Sorong Kota berdasarkan surat nomor 175 perihal Pengembalian Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) atas nama kedua tersangka.

“Karena dua SPDP tersebut sudah berada cukup lama di Kejari Sorong. Namun karena SOP, dimana SOP Kejari ada batas waktu penerimaan SPDP. Sehingga kami kembalikan, hingga saat ini, kami belum tahu kelanjutannya,”bebernya.

Sementara itu, keuangan negara yang dapat diselematkan atau dipulihkan tahun 2020 sebanyak Rp 7.75 miliar dimana uang atau barang yang diselamatkan sebesar Rp 6.9 miliar sedangkan yang dipulihkan sebesar Rp 81 juta.(juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed