oleh

Kejaksaan Tetapkan 4 Tersangka

SORONG – Kejaksaan Negeri Sorong menetapkan 4 orang sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pengadaan puskesmas keliling (Pusling) pada Dinas Kesehatan Kabupaten Tambrauw tahun 2016. Penetapan tersangka tersebut diumumkan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Sorong, Erwin Saragih,SH,MH berserta tim Penyidik Tipikor Kejaksaan Negeri Sorong, Senin (15/3) sekitar pukul 20.20 WIT di ruang Datun Kantor Kejaksaan Negeri Sorong.

Dalam konfrensi pers, Kepala Kejaksaan Negeri Sorong, Erwin Saragih,SH,MH menjelaskan bahwa apa yang telah dikerjakan oleh pejabat kejaksaan lama akan ia tuntaskan. Sehingga dari hasil penyelidikan tim penyidik Tipikor Kejaksaan Negeri Sorong, menetapkan 4 orang tersangka berinisial PT sebagai kuasa pengguna anggaran (KPA), PB sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK), YAW sebagai pihak ketiga dan KK sebagai staf pihak ketiga. “Hari ini kami akan melanjutkan pemeriksaan untuk segera kami limpahkan ke pengadilan,” kata Erwin Saragih kepada wartawan, semalam.

Pengadaan pusling yang dimaksud, sambung Kajari, adalah 1 unit speed boat, namun hal tersebut masuk dalam pokok perkara yang nantinya di penyidikan oleh sebab itu ia belum dapat menjelaskan lebih rinci lagi. “Baru kami rilis penetapan tersangka, nanti akan berproses mulai dari pemberkasan hingga pelimpahan ke pengadilan,” tuturnya.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Kajari mengatakan tim penyidik akan melakukan pertimbangan untuk penahanan terhadap keempat tersangka tersebut. “Karena syarat dilakukan penahanan harus penyerahan barang bukti. Nanti akan ada pendapat dari tim kepada saya dalam hal pemeriksaan berkelanjutan,” ujarnya.

Kasi Pidsus Kejari Sorong, Khusnul Fuad,SH menambahkan, dugaan korupsi tersebut berupa pengadaan speed boat untuk alat transportasi puskesmas keliling. Dimana, terkait bentuk fisik pengadaan tersebut berdasarkan penjelasan ahli. “Terkait masalah jenis dan segala macam, nanti ahli yang menjelaskan,”paparnya.

Terkait kendala penyidikan, tambah Fuad bukan dilihat dari sejak kapan tahun anggaran untuk Pusling ini dianggarkan, sementara pihaknya melakukan proses penyidikan sejak tahun 2019. Kendala saat ini adalah hanya masalah teknis karena sebagian saksi berada di luar wilayah hukum Kejari Sorong. Sedangkan keempat tersangka masih di wilayah hukum Kejaksaan Sorong.  “Kendala masih bisa kami atasi, kami berharap kedepan tidak ada kendala. Tidak ada perkara yang di petikemaskan, proses pergantian pimpinan Kajari lama juga bukan karena kongkalikong tapi karena bagian dari kebutuhan organisasi,” ungkapnya. Kasi Pidsus mengatakan, keempat tersangka dikenakan Pasal 2 jo pasal 18 UU Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun penjara. 

Kasubsid Penyidikan Tipikor Kejaksaan Negeri Sorong, Stevi Ayorbaba,SH menyampaikan nilai pekerjaan pengadaan Pusling ini sebesar Rp 2.1 milliar. YAW selaku Direktur CVR yang mengerjakan pekerjaan tersebut. Namun pekerjaan tersebut tidak pernah dilakukan melalui proses pelelangan. Sementara itu, PT selaku Kadis Kesehatan Kabupaten Tambrauw menunjuk JAW sebagai pemenang lelang kegiatan Pusling tahun 2016.

Dibeberkannya, untuk kegiatan tersebut, uang muka hingga terlaksananya pekerjaan 100 persen melalui 4 tahapan pembayaran, yakni tahap pertama sebesar Rp 653.526.000, pencairan tahap kedua sebesar Rp 653.526.000, pencairan ketiga Rp 653.526.000 dan pencairan terakhir Rp 57.183.000. Dalam kasus tersebut, dalam langkah-langkah tindakan penyidikan kemudian penyidik mencoba konfirmasi ke BPKP, hasil perhitungan BPKP nilai kerugian sebesar Rp 1,950.676.090. “Pengadaan Puskesmas Keliling ini dalam bentuk 1 speed boat atau kapal yang diadakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Tambrauw,” beber ­Stevi Ayorbaba. (juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed