oleh

Kejaksaan Musnahkan BB 45 Perkara

-Metro-36 views

SORONG-Kejaksaan Negeri Sorong melakukan pemusnahan barang bukti terhadap 45 perkara sepanjang bulan Juli 2020 hingga Maret 2021. Dari 45 barang bukti (BB) tersebut, perkara Narkotika masih mendominasi dengan total perkara sebanyak 28 diantaranya 16 perkara narkotika jenis sabu-sabu dan 12 perkara narkotika jenis ganja. Pemusnahan barang bukti yang sudah memiliki kekuatan hukum tetap tersebut, berlangsung di Lapangan Apel Kantor Kejaksaan Negeri Sorong, Selasa (13/4).

Selain perkara Narkotika, beberapa barang bukti perkara lainnya juga turut dimusnahkan yakni barang bukti perkara makar berupa bendera bintang kejora berukurang kecil (dibakar), toa, gengset (dihancurkan), kemudian 2 perkara kejahatan yang diatur dalam UU darurat nomor 12 tahun 1951, 1 perkara terhadap kejahatan yang diatur dalam UU Kesehatan, 1 perkara tindak pidana pangan, 1 perkara perjudian, 1 perkara pemalsuan, 1 perkra tindak pidana pengrusakan, 5 perkara pencurian, dan 4 perkara penganiayaan.

Pemusnahan barang bukti dilakukan dengan berbagai cara, yakni dilarukan dalam air (Narkotika), dipotong dengan mesin kurang lebih belasan Handphone, dipukul dengan palu (Toa dan Gengset) kemudian pembakaran bendera bintang kejora berukuran kecil dan lain sebagainya. Selain itu, terdapat dua spiker berukuran besar, bambu kuning, minuman keras dan lain sebagainya.

Melihat kasus narkotika yang masih meningkat di wilayah kerjanya, Kepala Kejaksaan Negeri Sorong, Erwin Saragih, S.H.,M.H mengatakan, yang pertama ia lakukan adalah memastikan staf internalnya tidak mengonsumsi barang haram tersebut. Namun, bilamana didampati maka ia tidak segan-segan untuk mengajukan dilakukan pemeriksaan dan proses hukum yang bersangkutan.

“Kasi BB sudah melaporkan ke saya dan saya minta agar barang bukti setiap 3 bulan sekali dimusnahkan. Jangan memberikan waktu ke siapapun untuk melakukan kejahatan. Dan semua barang bukti yang sudah inkrah sudah kami musnahkan,”jelasnya kepada awak media, kemarin.

Dalam menanggulangi penyebaran Narkotika di wilayah hukum Kejari Sorong, Kejaksaan Negeri Sorong memiliki program Jaksa masuk sekolah, dimana Kejari Sorong melakukan sosialisasi terhadap anak-anak sebab target dan sasaran pengguna narkotika adalah anak sekolah khususnya anak pejabat.

“Saya paling tidak suka dengan narkoba yang ada di wilayah hukum saya, dan saya pastikan kami tidak akan main-main,”tegasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pengelolaan barang bukti dan barang rampasan I Putu Iskandi Kekeran mengatakan Kejakasaan Negeri Sorong sudah memusnahkan barang bukti berjumlah 45 perkara pada periode bulan Juli 2020 hingga maret 2021, yang amar putusannya dirampas untuk dimusnahkan. 

“Perkara yang paling banyak adalah Narkotika, tapi kami memusnahkan hanya penyisihan pembuktian perkara dan sisa laboratorium forensik dimana sebelumnya ketika dilakukan penangkapan oleh penyidik, bisa jadi sebelum dilimpahkan ke kejaksaan telah di musnahkan di tahap penyidikan,”pungkasnya. (juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed