oleh

Kehadiran Guru SD Negeri 16 Kabsor ‘Dirindukan’

-Metro-413 views

AIMAS– Tenaga pengajar Sekolah Dasar (SD) Negeri 16 Distrik Seget, Kabupaten Sorong (Kabsor) dikeluhkan Komite dan seluruh siswa. Hal tersebut dikarenakan aktifitas belajar mengajar yang jarang dilakukan karena tidak adanya guru yang datang mengajar.

“Kendala guru, karena guru ini sekali seminggu, sebulan mereka tidak hadir di sekolah untuk memberikan pelajaran kepada anak-anak,” Kata Ketua Komite SD Negeri 16 Kabupaten Sorong, Ham Kasilit kepada Radar Sorong, Sabtu (26/9).

Menurut Ham, pendidikan di SD Negeri 16 Kabupaten Sorong tidak maju, namun justru melandai karena kehadiran guru yang jarang mengajar dan bisa dalam waktu sebulan berada di Sorong dan tidak kembali ke kampung. 

Padahal menurut Ham, Pemerintah bersama dengan Petrogas telah bekerja sama untuk membangun perumahan guru di Kampung Kasimle sebanyak 2 unit. Namun, pihaknya tidak mengetahui alasan para guru untuk tidak menetap dalam jangka waktu cukup lama di rumah dinas yang telah disediakan.

“Kami juga belum menelusuri alasan guru-guru tidak menetap. Kepsek juga cuma pulang pergi, tidak bermalam,” ucapnya. 

Ham juga menegaskan, anak-anak di Kampung Kasimle sangat bersemangat dan membutuhkan pembelajaran. Bahkan hingga lulus SD, beberapa dari siswa melanjutkan pendidikannya di Seget untuk tingkat SMP dan SMA. “Orang tua sudah sediakan rumah untuk mereka lanjut sekolah di Seget,” ucapnya. 

Sementara itu, guru di SD Negeri 16 Kabupaten Sorong hanya berjumlah 4 orang termasuk Kepala Sekolah, guru kontrak dan honorer yang mengajar 51 murid mulai dari kelas I-VI SD. Oleh karena itu, Ham berharap Pemerintah Kabupaten Sorong dapat memperhatikan keberadaan tenaga pengajar demi pendidikan anak-anak. “Kami hanya butuh guru untuk anak-anak kami disini,” katanya. 

Selain guru, kondisi sekolah yang terlihat tidak terurus mempengaruhi kondisi belajar mengajar seluruh siswa. Mulai dari atap yang mulai berlubang, papan tulis kapur, kaca yang berlubang hingga kondisi halaman sekolah yang dipenuhi rumput. 

Hal tersebut telah ditindak lanjuti melalui musyawarah antara Komite Sekolah, Kepala Sekolah dan dewan guru. “Kita meminta Kepsek untuk membuat proposal yang ditandatangani oleh Kepsek dan komite untuk diajukan ke perusahaan untuk memperbaiki kondis gedung ini,” jelasnya. 

Sementara itu, kondisi rumah dinas bagi guru berdasarkan pantauan Radar Sorong, cukup layak. Dengan 2 unit yang per unitnya sudah dilengkapi dengan 2 kamar, 1 kamar mandi, dapur dan ruang tamu serta air sumur yang memang hanya dapat digunakan untuk bersih-bersih. Namun, salah satu kekurangan yakni, hingga kini jaringan listrik belum menyentuh Kampung Kasimle, sehingga hanya beberapa rumah yang menggunakan genset untuk memperoleh listik.(nam)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed