oleh

Kecam Penyerangan dan Pembunuhan Prajurit TNI

MANOKWARI – Bupati Manokwari Hermus Indou,S.IP,MH, turut menyampaikan belasungkawa atas gugurnya 4 prajurit TNI yang diserang puluhan orang Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) ketika sedang berjaga di Posramil Kisor Distrik Aifat Selatan Kabupaten Maybrat Provinsi Papua Barat, Kamis (2/9) dini hari sekitar pukul 04.00 WIT.

Bupati Manokwari juga mengutuk dan mengecam tindakan brutal dan biadab KKB yang dinilainya telah merusak dan mengancam tatanan dan stabilitas keamanan, khususnya di wilayah Maybrat Papua Barat yang selama ini kondusif dan tidak pernah ada gangguan keamanan. “Sebagai warga Papua sekaligus mewakili pemerintah daerah, kami turut berduka sekaligus mengecam keras tindakan terorisme oleh kelompok separatis yang mengakibatkan gugurnya 4 prajurit TNI Angkatan Darat,” tegas Hermus Indou.

PMB OPBJJ-UT Sorong

Dirinya meminta aparat keamanan, baik TNI/Polri untuk segera menuntaskan kejadian ini agar eskalasi konflik tidak meluas dan mempengaruhi stabilitas keamanan di wilayah Papua Barat yang sebenarnya sudah berjalan sangat kondusif. “Kami tegas mendukung langkah-langkah terukur TNI-Polri guna menuntaskan dan membasmi kelompok teroris ini. Jangan sampai kejadian ini merusak semua yang sudah kita bangun bersama-sama untuk menjaga stabilitas dan kesejahteraan masyarakat Papua,” tandasnya.

Hal ini dinyatakan Bupati mengingat sejauh ini sebenarnya hubungan dan komunikasi telah terjalin sangat baik antara TNI/Polri dan masyarakat. Apalagi di tengah masa pandemi covid-19 ini, peran dan program-program TNI justru terlihat kental dalam upaya melindungi keselamatan masyarakat dari penyebaran virus Covid-19. Ia berharap kejadian ini menjadi catatan penting bagi stakeholders yang berkepentingan sekaligus preseden buruk terakhir kali yang terjadi di wilayah Papua Barat. 

Kewaspadaan terhadap ancaman separatisme dan pembinaan wilayah teritorial kepada masyarakat harus terus menjadi program penting dari setiap isu penanganan masalah keamanan di Papua. Hermus Indouw berjanji bahwa pemerintah daerah Kabupaten akan terus melakukan sinergi dengan TNI/Polri dan pihak-pihak terkait lainnya, dengan meningkatkan komunikasi yang efektif dan konstruktif guna menyadarkan masyarakat tentang pentingnya persatuan, kedamaian dan kesejahteraan di tanah Papua. 

Menurutnya, benteng untuk melawan separatisme sejatinya adalah kesadaran dan pemahaman masyarakat Papua sendiri tentang rasa aman dan nyaman dalam kehidupannya di tengah masyarakat, dan TNI/ Polri adalah alat negara yang digunakan untuk menjaga keamanan wilayah itu.

Seperti diketahui, 4 prajurit TNI-AD gugur saat Posramil Kisor Distrik Aifat Selatan Kabupaten Maybrat diserang puluhan orang pada Kamis (2/9) dini hari, masing-masing Serda Amrosius, Praka Dirham, Pratu Zul Ansari, dan Lettu Chb Dirman. Keempat prajurit TNI AD tersebut diserang saat sedang tidur di Posramil Kisor. Ketiga anggota TNI AD itu, yakni Serda Amrosius, Praka Dirham, dan Pratu Zul Ansari, ditemukan dalam keadaan tewas di dalam Posramil, sedangkan Lettu Chb Dirman (Komandan Posramil Kisor) ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa di dalam semak-semak belukar tak jauh dari pos.

Keempat prajurit yang gugur, Jumat (3/9) siang telah diterbangkan ke daerah asal. Hadir dalam upacara pelepasan jenazah tersebut Gubernur Papua Barat Drs Dominggus Mandacan,MSi, Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen I Nyoman Cantiasa, SE, M.Tr (Han), Kapolda Papua Barat Irjen Pol. Dr Tornagogo Sihombing, pejabat Kodam XVIII Kasuari dan sejumlah perwira Polri lainnya.

Sementara itu, empat jenazah prajurit TNI yang gugur akibat diserang di Kabupaten Maybrat, Papua Barat, tiba di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan. Keluarga 4 prajurit tak kuasa menahan tangis. Dua dari empat jenazah prajurit tersebut langsung dibawa ke rumah duka. Jenazah Praka Muhammad Dhirhamsyah dibawa ke Kabupaten Pangkep, jenazah Pratu Zul Ansyari Anwar yang dibawa ke Kabupaten Barru.

Sebelum dibawa ke rumah duka, dua jenazah dilepas dengan upacara militer yang diikuti oleh puluhan anggota TNI. Upacara pun berlangsung khidmat dan penuh haru. Istri salah seorang prajurit TNI tersebut menangis di sisi peti jenazah suaminya. Sementara dua lainnya, yakni jenazah Lettu Inf Dirman asal Bima dan Serda Ambrosius Apri Yudiman asal Kalimantan Barat, ditempatkan dahulu di bandara sambil menunggu penerbangan selanjutnya. 

”Kami diberi tugas untuk menerima empat jenazah rekan kami di bandara ini. Dua jenazah akan langsung dibawa ke rumah duka, dan dua lagi masih tunggu penerbangan besok,” kata Dandim 1422 Maros, Letkol Inf Budi Rahman selaku komandan upacara. ”Upacara ini sebagai bentuk penghargaan kami atas nama negara bagi para prajurit yang gugur dalam tugas. Kita doakan semua agar almarhum di tempatkan di surga,” lanjutnya.

Salah seorang kerabat almarhum Pratu Zul Ansyari, Imran Ramadhan, sempat mengisahkan sosok keluarganya itu. Zul dikenal sebagai sosok yang penyayang kepada keluarga. ”Rencananya almarhum akan langsung dimakamkan di Barru, di kampung halaman orang tuanya. Almarhum baik dan penyayang sama keluarga, terutama istrinya,” ungkap Imran.

Menurut Imran, istri Pratu Zul baru memperoleh kabar beberapa jam setelah kejadian. Sebelumnya mereka sempat berkomunikasi melalui telepon dan membahas soal tes CPNS istrinya. ”Kejadiannya itu sekitar pukul 03.00 dini hari, tapi istrinya baru dapat kabar pukul 09.00 Wita. Terakhir mereka saling kontak itu bahas istrinya mau daftar PNS,” terang Imran. (lm/**zak/detikcom)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed