Kebrutalan Gangster Semakin Marak, Kapolda Metro Datangi Lokasi Paling Rawan

radarsorongnews.com – Irjen Fadil Imran, selaku Kapolda Metro Jaya, mengungkapkan bahwa dirinya akan mendatangi beberapa titik lokasi yang paling sering mengalami insiden tindakan kriminal gangster. Sebagaimana yang kita tahu, bahwa sejak akhir Desember 2021 lalu, kebrutalan gangster semakin marak dan menyebabkan ketakutan serta kekhawatiran di kalangan masyarakat. Enggan berdiam diri, Polda Metro Jaya pun akhirnya turun tangan demi keamanan dan kenyamanan bersama. 

Dan baru-baru ini, kasus ulah kriminal gangster telah terjadi di Pancoran Mas, Depok, hingga Bekasi. Warga yang sedang berdiam diri di Pancoran Mas, dihabisi tanpa ampun oleh para anggota gangster. “Saya akan segera mendatangi lokasi-lokasi yang dikategorikan rawan atas ulah gangster berdasarkan jam kejadian,” kata Fadil melalui unggahan akun Instagram @kapoldametrojaya, yang kami lansir dari sumber CNNIndonesia, pada Selasa, 8 Maret 2022 kemarin. 

Disampaikan oleh Fadil, bahwasanya aksi kriminal tersebut sangat merugikan masyarakat, walaupun respon dari pihak bertanggung jawab sangat cepat. Atas hal ini, ia akan bergerak bersama masyarakat untuk segera mengatasi tren gangster yang menakutkan dan sangat mengkhawatirkan. Menurutnya, Kapolda Metro Jaya akan mengevaluasi jajarannya, sehingga masyarakat bisa merasa sangat nyaman dan aman. 

“Ini yang saya katakan bahwa kita sudah seharusnya bergerak dengan cepat dan ikhlas. Kita harus segera bergerak menyelesaikan persoalan yang disebabkan oleh gangster. Harus tuntaskan segera. Catat ya untuk Kapolsek, saya segera datang di lokasi-lokasi rawan dan meninjau langsung kondisinya,” ucap Fadil. Selain itu, di kesempatan yang sama, Fadil juga sudah memerintahkan Kombes Tubagus Ade Hidayat, selaku Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya, untuk merencanakan sebuah upaya paling efektif demi menekan aksi kriminal yang atas kebrutalan gangster semakin marak itu. 

“Saya meminta untuk menyusun sebuah rencana yang betul-betul efektif untuk mengidentifikasi kasus ini. Ulah gangster ini sangat mengganggu masyarakat, khususnya di wilayah Depok, Bekasi, dan Tangerang. Pak Dirkrimum, segera siapkan operasi yang saya perintahkan,” tuturnya lebih lanjut. Secara terpisah, Kombes E Zulpan, selaku Kabid Humas Polda Metro Jaya, mengungkapkan bahwa fenomena ulah gangster yang semakin mengkhawatirkan ini biasanya selalu berkaitan dengan aksi tawuran dan sudah terlalu sering terjadi di ibu kota Tanah Air. 

Kata Zulpan, saat ini para pelaku tawuran sudah saling membuat janji melalui media sosial. Hal ini, katanya, telah menyulitkan Polsek untuk mengetahui sebuah lokasi yang paling sering terjadi tawuran dan dianggap sebagai “markas” oleh gangster tersebut. 

“Sekarang ini kebanyakan pelaku biasanya janjian terlebih dahulu melalui media sosial. Nah, makannya tim siber kita lah yang ditugaskan untuk memantau mereka semua. Geng-geng ini ketemuannya dimana, jam berapa, mereka (tim siber kepolisian) akan melapor ke kami,” ujar Zulpan, yang kami lansir dari sumber CNNIndonesia, pada Selasa, 8 Maret 2022 kemarin. Menyikapi tren gangster yang sudah menyebabkan kerugian besar di lingkungan masyarakat, menurut Zulpan, aksi tawuran sudah bukan lagi tugas Polri. 

Semerta-merta mengandalkan Polri, tanpa disadari sebenarnya begitu banyak pihak terkait yang dianggap lebih efektif untuk menekan angka kriminal gangster, mulai dari pendekatan orang tua, sisi Pendidikan, tokoh masyarakat, dan lain sebagainya. “Langkah terakhir, adalah penegakan hukum sesuai pelanggaran yang telah dilakukan. Sebenarnya kami juga tidak berharap, kita selalu berharap bahwa Indonesia mengalami pengurangan terhadap kasus kejahatan. Dibandingkan kita harus menangkap pelaku kejahatan, lebih baik Indonesia tidak memiliki kasus kejahatan,” ujar Zulpan. 

Sekedar informasi untuk anda, pada Februari 2022 lalu, kejadian tawuran yang terjadi di flyover Pesing, Jakarta Barat, telah menyebabkan 1 korban meninggal dunia. Korban tersebut merupakan salah satu orang yang ikut serta pada kejadian tawuran. Kepolisian pun sudah menangkap pelaku berinisial RS yang di duga pelaku serta terbukti membawa senjata tajam. AKP M. 

Trisno, selaku Kanit Reskrim Polsek Kebon Jeruk, mengatakan bahwa pihaknya telah mengecek media sosial keseluruhan pelaku yang telah melakukan tawaran, namun masih belum ditemukan mengenai ajakan atau janjian untuk mengadakan aksi kebrutalan tersebut. Pengecekan ini dengan sengaja dilakukan oleh aparat kepolisian, sebab selama beberapa bulan terakhir, aksi tawuran berdasarkan janji antar pelaku di media sosial. Kebrutalan gangster semakin marak ini pun menyebabkan keresahan dan kekhawatiran di lingkungan masyarakat.

Previous post Ketika Konflik Panas Penundaan Pemilu 2024 Semakin Menjadi-Jadi!
Next post Kumpulan Makanan Olahan Seafood Terbaik Khas Singapura!