oleh

‘Kebijakan harus Konsisten’

SORONG – Terkait penanganan wabah corona, Wali Kota Sorong Drs.Ec. Lambert Jitmau,MM telah mengeluarkan sebanyak 3 surat edaran (SE). Diawali 24 Maret, Wali Kota mengeluarkan SE Penutupan Tempat Hiburan Malam, Pusat Pembelanjaan hingga pembatasan aktifitas di pusat pembelanjaan mulai pukul 09.00 WIT hingga 21.00 WIT. 

Selanjutnya pada 4 Mei, kembali dikeluarkan SE pembatasan aktifitas mulai pukul 05.00 WIT hingga 19.00 WIT. Dan pada 11 Mei, dikeluarkan SE untuk para penjual makanan di malam hari diijinkan beroperasi mulai dari pukul 17.00 hingga 22.00 WIT. 

Wali Kota Sorong, Drs.Ec Lambert Jitmau,MM meminta maaf karena dirinya sempat tidak memperhatikan para pelaku usaha yang hanya melakukan transaksi ekonomi di malam hari. Karena itu, dirinya memutuskan kembali mengeluarkan SE yang berbunyi bahwa para usaha kecil yakni para penjual makanan (ikan bakar, ayam dan lain sebagainya) di malam hari diijinkan beroperasi mulai pukul 17.00 hingga 22.00 WIT.

“Walaupun diizinkan berjualan, pelaku usaha kecil tidak diperbolehkan untuk penyajian di tempat, tetapi untuk dibungkus dan dibawa pulang. Sementara itu, operasi kantor redaksi media cetak dan elektronik diijinkan beroperasi sampai dengan pukul 22.00 WIT,” jelasnya kepada wartawan, Senin (11/5), seraya menambahkan SE diberlakukan mulai tanggal 11 Mei 2020.

Anggota DPRD Kota Sorong, Syafruddin Sabonnama,SH menilai dengan adanya perubahan-perubahan surat edaran ini menandakan bahwa strategi penanganan Covid-19 tidak berjalan secara sistematis dan terarah. Kendati demikian, DPR mengapresiasi langkah yang diambil Wali Kota Sorong. “Langkah yang diputuskan begitu cepat dengan keputusan-keputusan strategis diambil untuk mencegah, menangkal peredaran Covid-19 ini. Namun langkah strategis yang diambil Wali Kota harus diimbangi oleh OPD maupun Tim Satgas dalam memberikan pertimbangan atau masukan sebelum Wali Kota mengeluarkan kebijakan, salah satunya melalui surat edaran tersebut,” ungkapnya.

Menurutnya, ketika seorang kepala daerah mengeluarkan kebijakan yang kemudian dianulir lagi, public akan melihat hanya Wali Kota yang menjalankan managemen pemerintahan. Padahal, Wali Kota memiliki banyak tim, ada pejabat eselon, pimpinan OPD dan lainnya yang harusnya memberikan masukan kepada Wali Kota. “Bahwa ketika kebijakan ini diambil akan berdampak seperti ini dan seperti ini dan ini, juga berdampak kepada ketidaknyamanan masyarakat karena mereka sudah menahan diri untuk tidak keluar, namun begitu ada edaran baru dan mereka bisa keluar, tapi setelah mereka keluar kemudian ada lagi edaran baru,” ungkapnya.

Dikatakannya, tim di sekitar Wali Kota Sorong harus memberikan pengertian kepada Wali Kota bahwa peredaran Covid-19 di Kota Sorong ini sudah transmisi local. Walaupun tutup bandara dan pelabuhan, Covid-19 tetap akan terjadi di Kota Sorong karena sudah transmisi lokal. Ia menilai sebenarnya kebijakan Wali Kota sudah tepat, namun harus konsisten.

“Setiap kebijakan Wali Kota apabila dia konsisten maka itu pasti akan menyelamatkan masyarakat. Contohnya ketika beliau mau keluarkan edaran maka harus terkonfirmasi ke semua link yang ada, sehingga ketika edaran keluar otomatis berdasarkan pertimbangan yang sudah ada maka tidak perlu lagi ada edaran baru lagi,” paparnya.

Hal ini lanjut Sabonama, menandakan bahwa Wali Kota Sorong hanya bekerja sendiri, padahal harusnya dibantu,  tidak bisa dibiarkan sendiri dalam perang melawan Covid-19. Apabila Wali Kota dibiarkan berjalan sendiri, maka masyarakat Kota Sorong yang menjadi korban. Selain itu, DPR pun tidak memiliki kebijakan teknis seperti Wali Kota, apabila DPRD bisa melakukan hal yang sama dengan Walikota maka, DPRD pasti mengawalnya. “Kami tidak bisa mengintervensi kebijakan Wali Kota dalam bentuk hal-hal teknis prosedural seperti itu, sehingga saya berharap ini merupakan edaran terakhir. Apabila Wali Kota Sorong akan mengeluarkan edaran baru lagi, edaran harusnya tersebut sudah terkonfirmasi kepada semua pihak seperti BPBD, Satgas, TNI/Polri dan lain sebagainya, sehingga ketika keluar akan menjadi tanggung jawab bersama, ”pungkasnya. (juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed