oleh

Kebakaran ‘Diwarnai’ Penjarahan Kios

MANOKWARI – Warung makan di Jalan Gunung Salju Fanindi Manokwari ludes terbakar. Tak satu barangpun terselamatkan karena saat kebakaran tak ada orang di dalam warung. ­Kejadian pada Selasa (6/4) malam ini membuat warga sekitar panik dan mulai mengamankan barang ­berharga.

Kobaran api mulai menghanguskan isi warung makan sekitar pukul 20.30 WIT. Warga sekitar mencoba membantu memadamkan api dengan peralatan seadanya.  Sekitar 20 menit datang bantuan mobil pick-up yang membawa profile tank berisi 1.000 liter air, serta mobil tangki air. Dua kendaraan dibantu warga sekitar berjibaku memadamkan api. 

Pintu aluminium sempat menyulitkan proses pemadaman. Warung makan ini juga menjual bensin eceran, sehingga tak mengherankan di salah satu sudut gedung muncul kobaran api. “Memang di depannya menjual bensin eceran,” ujar salah satu warga.

Api merembet dengan cepat karena warung terbuat dari kayu dan papan menyebabkan sejumlah barang didalamnya ludes terbakar. Warga mencegah kobaran api agar tidak sampai merempet ke rumah lain.

Di tengah upaya pemadaman api, ada beberapa pemuda yang sempat masuk ke dalam kios salah satu warga dan mengambil barang-barang. Pemilik kios dengan sigap langsung mencegah aksi penjarahan lebih lanjut dengan menutup pintu. Kebakaran lebih besar dapat dicegah dengan hanya mengandalkan mobil tangki dan pick-up, namun warung makan sudah ludes. Mobil tangki air BPBD dan pemadam kebakaran tiba sekitar 1 jam setelah kejadian.

Kebakaran diduga api berasal bagian belakang warung. Bahan-bahan mudah terbakar membuat api cepat merembet. Menurut warga, warung ini sudah tutup pukul 19.00 WIT. “Saat api muncul warung dalam keadaan kosong, tidak ada orang. Pemilik warung tinggal di tempat lain,” ujar seorang pria. Peristiwa ini menyebakan kemacetan arus lalu lintas. Kerumunan orang yang menyaksikan kejadian menghalangi kendaraan dari arah kota ke Amban dan sebaliknya. (lm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed