oleh

KB Bukopin Konsisten Lanjutkan Transformasi saat New Normal

-Ekonomi-39 views

SORONG – Sebagai upaya mengatasi dampak pandemi covid-19, KB Bukopin sebagai bagian dari industri perbankan berusaha merekonstruksi bisnis setelah mengalami perubahan pengendalian. Setelah resmi menyandang nama baru pasca pengumuman public 23 Februari 2021, KB Bukopin terus melakukan pembenahan dan inovasi guna melakukan pembenahan serta untuk mencapai target besar di 2025. Tentu saja hal ini didukung penuh oleh Pemegang Saham Pengendali, KB Kookmin Bank dan ultimate shareholder KB Financial Group.
Branch Manager KB Bukopin Sorong, Nasyaruddin mengatakan, sesuai penyampaian Presiden Direktur KB Bukopin, Rivan Purwantono, sebetulnya momen krisis di tahun 2020 menjadi momentum tepat bagi KB Bukopin untuk melakukan transformasi secara total.

“KB Bukopin sedang melakukan penyesuaian strategi pasca KB Kookmin Bank resmi menjadi PSP dengan kepemilikan mayoritas 67% pada September 2020. Perbaikan dilakukan di seluruh lini, seluruh manajemen dan karyawan memegang peranan penting dalam transformasi ini, belum lagi kita juga didampingi tim KB Kookmin Bank yang membantu penerapan standar grup KB, sehingga ke depannya kita menjadi jauh lebih kuat,” ujarnya.
Dirinya menjelaskan, bahwa penurunan aset dan koreksi pada kinerja, selain dampak dari pandemi juga disebabkan krisis infodemi atau banyaknya hoax dan pemberitaan negatif yang terjadi mulai Maret 2020, hampir bersamaan dengan masuknya Covid-19 di Indonesia.

“Ini adalah titik terendah bagi kami, begitu banyak hantaman yang kami hadapi. Tapi kami berupaya memulihkan kepercayaan masyarakat, dan akan kembali bangkit lebih kuat. Memasuki tahun 2021 kondisi ini sudah membaik, dan transformasi yang dilakukan sudah on track sesuai dengan business plan yang telah dirancang hingga 2025,” imbuhnya.
Terkait kinerja keuangan, pelambatan bisnis di KB Bukopin pun tidak bisa dihindari karena terdampak pandemi Covid-19. Restrukturisasi kredit tercatat mencapai Rp 24 triliun, sekitar 30% dari total kredit yang disalurkan bank. Dalam kondisi penuh kehati-hatian tersebut, Perseroan memilih fokus pada perbaikan aset eksisting dan sangat selektif dalam penyaluran kredit. Kondisi tersebut berdampak pada total asset yang secara year on year terjadi penurunan sekitar 19%.
Dari sisi profitabilitas, Perseroan melanjutkan komitmen mitigasi risiko kredit sehingga pembentukan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) ditingkatkan hingga mencapai Rp 4,7 triliun atau naik 175% dibandingkan Desember 2019. Hal ini berdampak pada penurunan CAR, namun demikian penguatan modal sudah menjadi komitmen dari Pemegang Saham Pengendali-KB Kookmin Bank. Selain publikasi Laporan Keuangan Audit 2020 dan Interim Maret 2021, Perseroan hari ini juga mempublikasikan Laporan Keuangan Induk Usaha yaitu KB Kookmin Bank.
Perseroan telah mencapai beberapa milestone perbaikan dan recovery lebih lanjut di tahun 2021. Diantaranya peningkatan simpanan nasabah dengan biaya dana yang lebih rendah, sedangkan Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) secara year to date turun. Naiknya dana pihak ketiga didominasi dengan sentimen positif dari lini Korean Desk yang pada posisi Maret 2021 telah mencapai Rp 2,4 triliun dan ditargetkan terus tumbuh untuk memperkaya diversifikasi nasabah KB Bukopin.
Seperti diketahui, transformasi dimulai sejak September 2020 lalu dengan berbagai inisiatif dan inovasi yang membantu recovery dan improvement berbagai aspek ­Perseroan.

“Transformasi total tersebut terus berlanjut dengan dilakukan bersama manajemen dan karyawan KB Bukopin. Kami pun terus melakukan inovasi untuk percepatan perbaikan kinerja. Dengan semangat ini, kami percaya kami bisa menjadi Bintang Finansial Indonesia,” pungkasnya.(ayu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed