oleh

Kawal Kejaksaan Usut Dugaan Korupsi ATK

SORONG – Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Anti Korupsi (AMPEDAK) Kota Sorong akan mengadakan aksi unjuk rasa jilid II di depan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Sorong, Kamis (1/4) ini. Aksi unjuk rasa rencananya melibatkan 100 orang, berkaitan dengan dugaan kasus penyalahgunaan anggaran ATK Kota Sorong tahun 2017 yang sedang ditangani pihak Kejaksaan Negeri Sorong.

Titik kumpul massa di terminal, selanjutnya bergerak menuju ke Kantor Kejaksaan Negeri Sorong, dengan mobil komando, sound sistem, pamphlet serta tali komando. Berdasarkan surat pemberitahuan yang beredar, aksi dikoordinir oleh Haryadi Alex Sagey, sekertaris aksi Yehsekel Klasuat dan juru bicara Aprianto A. Rasid. 

Ditemui Radar Sorong, sekertaris aksi, Yehsekel Klasuat membenarkan pihaknya mengadakan aksi unjuk rasa jilid II. AMPEDAK Kota Sorong akan turun ke jalan dengan kekuatan penuh. Sebab, saat ini penanganan kasus dugaan koruspi ATK Kota Sorong, sejumlah saksi telah dipanggil. “Yang menjadi target kami adalah mengawal pihak Kejaksaan untuk segera menetapkan tersangka, siapapun dia. Namun kami tetap mengembalikan kepada lembaga yang memiliki kewenangan dalam hal ini Kejaksaan Negeri Sorong untuk mengusut tuntas dugaan kasus korupsi ATK tersebut,” kata Yehsekel Klasuat kepada Radar Sorong, kemarin.

Yehsekel mengakui bahwa aksi yang dilakukan oleh AMPEDAK Kota Sorong memang ditunggangi, namun ditunggangi oleh rakyat. Karena itu, Yehsekel menegaskan bahwa aksi AMPEDAK Kota Sorong tidak ditunggangi oleh unsur kepentingan politik manapun. “Kemudian ada penyampaikan dari ON terkait kami ditunggangi, itu tidak benar karena aksi kami ini murni,” tegasnya.

Ditambahkannya, Kejaksaan merupakan lembaga negara yang tidak dibentuk oleh kepala suku, sehingga kepala-kepala suku tidak berhak mengintervensi kelembagaan ini. ”Proses hukum harus berlanjut sebagaimana mestinya tanpa memandang suku, ras, golongan maupun agama. Bahkan walaupun orang Moi kalau memang melakukan korupsi, kami akan lawan, karena yang kami lawan adalah sistem jahat yang ada didalam orang-orang tersebut,” tegasnya. (juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed