oleh

Kasus Penikaman, Penyidik Tetapkan 1 Tersangka Baru

MANOKWARI – Penyidik Satreskrim Polres Manokwari terus melakukan pengembangan kasus penikaman yang mengakibatkan dua warga, Daud Wambrauw (40) dan Hugo Saidui (35) meninggal dunia. Penyidik telah memeriksa sejumlah saksi. “Kapolres menyampaikan ke kami bahwa kemungkinan ada tambahan 1 tersangka  yang turut serta dalam kasus ini,” kata Kabid Humas Polda Papua Barat, Kombes Pol. Adam Erwindi,S.IK,MM, kemarin.

Tambahan 1 tersangka berinisial S. Kabid Humas menyatakan, berdasarkan data yang disampaikan Kapolres, S ikut serta terlibat dalam pembunuhan, yakni membantu AA (20). ‘’Ada tambahan 1 tersangka yang turut serta, namun itu akan dirilis Kapolres,” tuturnya.

Adam Erwindi menegaskan, Kapolres Manokwari dan jajarannya akan mengusut tuntas kasus ini. Penyidik akan menyelidiki siapa saja yang terlibat dalam kasus pembunuhan ini. ‘’Akan memproses hukum para pelaku seberat-beratnya,’’ imbuhnya.

Kabid Humas membeberkan, motif AA menikam kedua korban karena sakit hati. Saat itu, Selasa (23/3) dini hari sekitar pukul 03.00 WIT, tersangka AA sedang duduk di depan mess ladies karaoke. Beberapa saat kemudian kedua  korban dan berteriak ‘jangan mau dengan laki-laki ini, dia tidak ada uang’. Selanjutnya tersangka masuk ke dalam ruangan, akan tetapi kedua korban masih berteriak dengan ucapan yang sama. Karena tidak tahan dengan ucapan Kedua  korban, tersangka tersinggung dan merasa dihina. ‘’Selanjutnya tersangka mencabut pisau dan menikam ke dua korban,’’ ujar Kabid Humas.

Ditegaskan Kabid Humas, kasus ini murni tindak pidana, tak ada kaitannya dengan suku. Semua pihak diminta tenang menyikapi kasus ini dan menjaga Manokwari aman dan tertib. “Kita inginkan aktivitas masyarakat kembali berjalan normal,” tandasnya

Kabid Humas mengatakan, situasi Manokwari, Kamis (25/3) aman dan terkendali. Menurutnya, situasi ini dapat tercipta berkat kerjasama semua pihak, termasuk tokoh masyarakat sehingga tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan. “Kita  harapkan situasi aman ini terus berkelanjutan sampai permasalahan selesai,” tutur Kabid Humas.

Walau aman dan terkendali, masyarakat sempat kuatir dengan isu yang berkembang. Sebagian besar toko, kios dan tempat usaha lainnya di sepanjang jalan poros tutup.  Kabid Humas mengatakan, untuk proses hukum Polda Papua Barat dan Polres Manokwari akan memberi antensi. Sedangkan untuk penyelesaian secara adat diserahkan kepada pihak keluarga. 

Sementara itu, dua korban kasus penikaman, Daud Wambrauw (40) dan Hugo Saidui (35) telah dimakamkam.  Proses pemakaman Hugo Saidui, Kamis (25/3) berjalan lancar. Ribuan pelayat ikut mengantar almarhum ke tempat peristirahatan terakhir di TPU Pasir Putih. Polda Papua Barat dan Polres Manokwari pun menurunkan 320 personel dalam mengawal proses pemakaman ini, sama halnya saat pemakaman Daud Wambrauw sehari sebelumnya, Rabu (24/3).

Polda Papua Barat dan Polres Manokwari menurunkan personel di sejumlah titik, terutama di rute yang dilewati pengatar jenazah, Jalan Trikora Wosi,  Jalan Yos Sudarso dan Jalan Merdeka. Personel Brimob dan  Sabhara disebar dengan peralatan anti huru hara disebar di sepanjang jalan tersebut.

Gubernur Papua Barat Drs. Dominggus Mandacan ikut mengpresiasi situasi kamtibmas yang aman dan kondusif selama proses pemakaman. Dia sangat menyayangkan kejadian pembunuhan ini dan kedepan tak boleh terulang. “Almarhum Daud Wambrauw ini salah satu kepala seksi di Dinas  Kehutanan, istrinya di Inspektorat. Kalau almarhum Hugo Saidui satu kampung dengan istri saya, sama-sama dari Serui,” ujar Gubernur. (lm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed