oleh

Kasus Penganiayaan Istri Diproses

AIMAS-Dugaan kasus penganiayaan yang dilakukan oleh MK (37) terhadap istrinya, NB (20) hingga meninggal dunia pada Rabu (31/7) di RSUD Sele Be Solu, Kota Sorong, tetap berlanjut dengan pasal 351 KUHP ayat 1.

“Kasus tetap kami lanjutkan,” kata Kasat Reskrim Polres Sorong, AKP Dodi Pratama, S.IK melalui Kanit Jatanras Polres Sorong, Ipda Danny Arrizal Saputra S.Tr.K kepada media di ruang kerjanya beberapa waktu lalu. 

Dijelaskan Kanit Jatanras, penetapan tersangka berdasarkan hasil visum yang dilakukan terhadap korban tanpa dilakukan otopsi, dikarenakan keluarga korban yang menolak otopsi untuk dilakukan. Hal tersebut, menjadi keputusan keluarga yang dituang dalam surat pernyataan oleh pihak keluarga. 

“Keluarga menolak lakukan otopsi, jadi kami tidak lakukan otopsi, tetapi kasus tetap berjalan hanya dengan hasil visum,” jelasnya. 

Sementara menurut Kanit Jatanras, apabila otopsi dilakukan, maka tersangka dikenakan pasal 351 ayat 3 yang mengakibatkan kematian dengan ancaman pidana penjara paling lama 7 tahun. Namun, keputusan keluarga tetap dipertimbangkan, sehingga pasal yang dikenakan hanya pasal 351 ayat1. 

Adapun tersangka, MK saat ini masih dalam pengejaran oleh Anggota Sat Reskrim Polres Sorong, karena diduga telah melarikan diri. Namun, beberapa saksi atas kejadian tersebut telah dimintai keterangan. “Tersangkanya sekarang masuk dalam DPO kami,”bebernya. (nam)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed