oleh

Kasus Pelecehan, Penyidik Lakukan Pra Rekonstruksi

-Sorong Raya-450 views

KAIMANA – Penyidik Sat Reskrim Polres Kaimana akan melakukan pra rekonstruksi kasus, pelecahan seksual terhadap salah satu Siswi di Kaimana yang diduga dilakukan oleh tukang bangunan yakni Edianto (47). Pra rekonstruksi digelar, untuk mencocokan hasil pemeriksaan terhadap pelaku yang saat ini sudah ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka. Dalam pra rekonstruksi ini, penyidik tidak melibatkan tersangka namun hanya melibatkan korban. Hasil dari pra rekonstruksi selanjutnya, akan dilakukan rekonstruksi yang diperankan langsung oleh tersangka. 

“Kami sudah memeriksa satu saksi tambahan yakni, orang tua korban. Dan direncanakan kami akan lakukan pra rekonstruksi, setelah pra keronstruksi maka kami akan lakukan rekonstruksi dari kasus ini. Pra rekonstruksi ini tidak melibatkan tersangka,” kata Kapolres Kaimana melalui Kasat Reskrim Polres Kaimana AKP. Ronal Manalu, SIK, di Ruang kerjanya Rabu (18/12). 

Dikatakan, setelah rekontruksi maka penyidik akan menyurati Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kabupaten Kaimana, untuk melakukan pemeriksaan psikis dari korban. Lanjut Kasat, Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) dari kasus ini sudah dikirim ke Kejaksaan Negeri Kaimana. 

“Kita akan surati dinas P3A Kaimana untuk melakukan pemeriksaan psikis dari korban. Selanjutnya akan lengkapi midik – midik, untuk kita kirim berkas tahap 1 nya ke Kejaksaan. Sekarang SPDPnya, sudah kami kirim ke Jaksa,” pungkasnya. 

Sekedar informasi kasus pencabulan yang menimpa seorang siswi salah satu SD di Kaimana ini, selain diduga telah dicabuli akan tetapi korban yang masih duduk dibangku SD kelas 2 ini juga disekap satu malam oleh pelaku Edianto (47) tahun. Awal mula kejadian tidak terpuji ini, pada Kamis (12/12) lalu sekira pukul 10. 00 Wit saat korban pulang sekolah. 

Saat korban sedang berjalan menuju rumahnya, di kawasan Air Merah, dan saat melintas di depan Sekretariat Partai Golkar korban dipanggil oleh pelaku. Namun karena tidak mengenal pelaku, korban menolak untuk mengikuti panggilan pelaku yang kesehariannya bekerja sebagai tukang bangunan ini.  (fat)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed