oleh

Kasus Intimidasi Wartawan Sorong Berujung Damai

-Metro-134 views

SORONG– Kasus pelaporan dugaan tindak intimidasi terhadap wartawati Kompas TV Biro Sorong Flora Batlayeri oleh seorang ibu rumah tangga berinisial FP (31) pada 25 Februari 2020 kemarin, menemukan titik terang. Perdamaian dinyatakan dalam Surat Pernyataan Perdamaian yang ditandatangani oleh kedua belah pihak, Sabtu (9/5) bertempat di Ruang Unit 2/Ekonomi Satuan Reskrim Polres Sorong Kota.

Kedua belah pihak, yaitu pihak pertama Flora Batlayeri sebagai pelapor dan pihak kedua FP sebagai terlapor sepakat mengambil jalan alternatif penyelesaian masalah secara damai melalui keadilan restorasi. Perdamaian tersebut disaksikan oleh fasilitator dengan perkara dugaan tindak pidana kemerdekaan pers yang dimasud dalam pasal 18 ayat (1) jucto pasal 4 ayat (2) dan (3) UU RI nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Dalam perdamaian tersebut, kedua bela pihak terlebih dahulu dengan mempertimbangkan segala sesuatu akibat yang ditumbulkan dengan adanya tindak pidana yang dimaksud serta pertimbangan kemanusiaan dengan penuh arif dan bijaksana, maka kedua belah pihak menyepakati sesuatu yang dinilai dapat mengembalikan rasa keadilan, menjaga harkat dan martabat yang baik.

Maka, terlapor harus meminta maaf melalui media cetak lokal sebagai bentuk dari kesepakatan selama 1 minggu berturut-turut. Sehingga kesepekatan perdamaian bisa dianggap selesai bila mana terlapor (FP) telah melaksanakan permintaan maafnya selama 1 minggu berturut-turut.

FP mengakui bahwa selama lebih dari 2 bulan kasus ini berlangsung dirinya selalu mencari cara agar bisa berdamai dengan wartawati Kompas TV tersebut, sehingga ia bersyukur dapat dipertemukan oleh pihak kepolisian (penyidik) untuk menyelesaikan kasusnya dengan pernyataan damai.

Sementara itu, wartawati Kompas TV Biro Sorong, Flora Batlayeri mengatakan, kasus yang menimpa dirinya sudah diselesaikan secara damai. Sehingga dirinya berharap agar masyarakat tidak lagi melakukan pelecehan kepada para pekerja pers.

“Jika ada hal-hal yang kurang berkenan, sebaiknya dibicarakan bersama, sehingga tidak ada salah paham dengan pemberitaan maupun pekerjaan para jurnalis. Masyarakat juga diharapkan dapat mendukung pekerjaan jurnalis dalam memberikan informasi yang akurat,” tandasnya. (juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed