oleh

Kapal Tangkap PT IPN Sesuai Prosedur

KAIMANA – PT Industri Perikanan Namatota (IPN) Kaimana diduga memalsukan dokumen puluhan kapal tangkap miliknya. Pasalnya, sejumlah kapal yang memiliki bobot di atas 30 GT, hanya mengurus dokumen kapalnya di Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua Barat. Padahal, seharusnya bobot kapal di atas 30 GT harus mengurus ijin pada Kementerian Kelautan RI di Jakarta.
Terkait dengan persoalan tersebut, pihak managemen PT IPN Kaimana, Ari Triyuwono, yang berhasil dikonfirmasi wartawan, Minggu (2/8) membatah adanya isu ­tersebut.
“Itu tidak benar, informasi itu benar-benar merugikan kami pihak perusahaan. Karena kalau mau dibilang, semua kapal tangkap kami mengikuti prosedur dan mekanisme perijinan yang benar,” tegas Ari Triyuwono ketika dikonfirmasi melalui saluran teleponnya.
Dia mengatakan, jika informasi yang disampaikan tersebut soal nama kapal, dirinya akan menyampaikan data secara lengkap nama-nama kapal tersebut lengkap dengan bobot kapalnya.
“Saat ini, kami miliki 48 kapal tangkap, namun soal kapal dengan bobot di bawah 30 GT dan di atas 30 GT tersebut, saya tidak terlalu hafal baik. Jadi intinya, bahwa kapal kami memiliki dokumen perijinan sesuai dengan regulasi yang keluarkan oleh pemerintah, tidak benar jika kapal kami dipalsukan dokumennya,” jelasnya.
Disinggung soal ratusan tenaga kerja yang akhirnya dirumahkan dan tidak mendapatkan pesangon dari perusahaan, Ari menyebutkan, tenaga kerja di PT IPN dibagi atas dua, yakni pekerja kontrak dan pekerja tetap.
“Kalau pekerja kontrak, memang dalam surat perjanjian kami dengan para tenaga kerja ini, sifatnya tentatif. ­Artinya, dia hanya bekerja mulai dari Oktober hingga April dan setelah itu berhenti bekerja karena kontrak, ­sehingga mereka sistimnya bagi hasil,” tutur Ari.
“Sehingga mereka tidak menerima pesangon seperti tenaga kerja tetap lainnya. ­Serta ratusan orang tersebut, sudah kami pulangkan sesuai ­dengan habis masa kontrak ­mereka, nanti Oktober mereka akan datang lagi bekerja dengan sistem bagi hasil seperti ­tahun-tahun sebelumnya,” tandasnya.(fat)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed