oleh

Kanwil DJBC Papua Patroli Laut Gabungan

-Metro-78 views

SORONG-Meskipun potensi pelanggaran di perairan Papua masih relative aman, Kantor Wilayah Direktorat Jendral Bea dan Cukai (DJBC) khusus Papua masih tetap melaksanakan patroli Jaring Wallacea tahun 2021. Operasi tersebut, dimulai dengan upacara penyamatan tanda peserta oleh perwakilan personel Bea dan Cukai yang disaksikan oleh ratusan personel gabungan Bea dan Cukai dan Polairud Polda Papua Barat di Pelabuhan Pelindo IV Sorong, Kamis (18/3).

Patroli Jaringan Wallacea ini dilaksanakan serentak mulai dari Aceh hingga Papua dengan melibatkan semua kapal patroli Bea Cukai mulai tanggal tanggal 18 Maret hingga 16 April 2021. Dimana, target operasi adalah potensi pelanggaran pidana yang ada di laut seperti penyeludupan narkotika, aset-aset yang harus dilindungi termasuk ikan hingga destinasi wisata.

Kepala Kantor Wilayah DJBC Khusus Papua, Ahmad Rofiq menjelaskan Kanwil DJBC Papua diberikan tugas untuk menggunakan dua kapal Bea dan Cukai untuk melakukan patroli ke perairan Papua dan perairan Maluku.“Jadi, kapal Bea Cukai seri 30007 di perairan Maluku dan Kapal Bea Cukai seri 90001 untuk di perairan Papua,”jelasnya kepada awak media, kemarin.

Diakui Kakanwil DJBC Papua, potensi pelanggaran di perairan Papua masih relatif aman, namun pelanggaran yang paling dominan terjadi adalah pelanggaran di daratan. “Kalau di Papua yang mendekati daerah perbatasan yang paling rawan seperti di sekitar Marauke yang berurusan dengan PNG hingga Australia kemudian kami sudah menangkap peredaran narkotika dan ladang ganja di Kerom, Jayapura,”ungkapnya.

Meskipun aman, kegiatan patroli di perairan Papua maupun Maluku masih harus dilaksanakan untuk menunjukan bahwa di laut Papua maupun Maluku masih diawasi dan dijaga dari pencurian ikan secara illegal, maupun penyeludupan narkotika melalui laut.

“Tidak hanya itu, kami juga menjaga destinasi wisata sehingga membuat wisatawan asing nyaman dan tidak melakukan hal-hal yang dilarang selama berada di perairan Papua,”paparnya.

Dari hasil operasi ini, diharapkan menunjukkan sinergitas antara Bea Cukai, Polairud Polda Papua Barat dan juga TNI AL. Karena dalam melakukan patroli ini tidak hanya mengandalkan personel Bea dan Cukai, tetapi juga dibutuhkan sinergitas dan kolaborasi antar semua instansi seperti Polairud Papua Barat dan TNI AL.

“Kami sudah melakukan koordinasi dengan Pangkoarmada III,”paparnya.

 Kasi Patroli dan Pengawalan (Patwal) Polairud Polda Papua Barat AKP. Sultan mengatakan, pihaknya sudah bersinergitas dengan Bea Cukai selama dua tahun terakhir dalam penengakkan hukum di perairan yang berkaitan dengan kepabeanan. Namun apabila nantinya Bea Cukai menemukan pelanggaran yang bukan merupakan tugasnnya, maka Polairud akan memback up sesuai dengan tuposki.

“Kami ada sekitar 68 personel yang ikut dalam patroli ini. Kami melibatkan beberapa kapal Polairud dalam patroli seperti kapal tipe C 1, Kapal tipe C 3 dan beberapa kapal lainnya,”bebernya.(juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed