oleh

Kantongi Identitas Pembunuh Staf KPU Yahukimo

JAYAPURA – Pihak kepolisian telah ­mengan­­tongi identitas pelaku pembunuhan staf KPU Kabupaten Yahukimo, Hendry ­Jovinsky di Jalan Gunung Distrik Dekai Kabupaten ­Yahu­kimo pada Selasa (11/8).  Sebanyak dua pelaku ­terlibat dalam aksi keji tersebut. Untuk mengungkap kasus tersebut, penyidik ­Satres­krim Polres Yahukimo telah memeriksa dua saksi yakni Kenan Muhi dan Carolina Pahabol.

“Kenan adalah rekan korban, pegawai KPUD Yahukimo yang  menyaksikan kedua pelaku membunuh Hendry, sementara Carolina adalah istri dari Kenan. Dari hasil pemeriksaan saksi dan olah tempat kejadian perkara (TKP), sudah tergambar pola aksi kedua pelaku untuk menghabisi nyawa korban,” kata Kapolres Yahukimo,  AKBP Ignatius Benny Adi Prabowo yang dikonfirmasi melalui telepon seluler,  Kamis  (12/8). 

Kapolres memperkirakan kedua pelaku masih bersembunyi di hutan dekat Dekai,  ibukota Kabupaten Yahukimo.  “Berdasarkan keterangan saksi, kami sudah mendapatkan gambaran ciri-ciri pelaku yang diduga melakukan aksi keji tersebut,” katanya. ”Kami sudah menyebarkan informan untuk melacak keberadaan kedua pelaku. Kami sudah mengetahui identitas keduanya,” sambungnya. 

Namun ia belum bisa mengungkap lebih detail ciri-ciri pelaku yang dimaksud. ”Ini masih proses penyelidikan sehingga belum bisa disampaikan lebih detail. Soal ada informasi bahwa kami sudah menangkap pelaku, itu tidak benar. Yang pasti kami sudah mengantongi ciri-ciri pelaku dan kami terus bekerja untuk ungkap kasus ini,” kata AKBP Ignatius Benny Ady Prabowo.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM. Kamal mengatakan bahwa tiga pejabat utama Polda Papua telah diutus oleh Kapolda Papua ke Dekai Kabupaten Yahukimo guna mengusut kematian Henry Jovinski. ”Ketiga pejabat utama yang berangkat yakni Direktur Reskrimum Kombes Pol Kolestra Siboro, Dansat Brimob Kombes Pol Godhelp Mansnembra, dan Wadir Intelkam AKBP Angling Guntoro,” katanya.

Ketiga pejabat utama Polda Papua itu ke Dekai untuk membantu tim dalam rangka mengungkap kasus pembunuhan yang mengakibatkan korban Henry Jovinski meninggal dunia. ”Ini bukti bahwa Polda Papua serius dalam penanganan kasus tersebut dan segera mengungkap fakta-fakta yang terjadi hingga pengejaran para pelaku,” katanya.

Sebagaimana diketahui, Hendry Jovinski (24) tewas mengenaskan dengan luka tikaman di punggung dan leher usai menemani rekannya, Kenan Mohi mengantarkan obat untuk istrinya, Carolina Pahabol. Usai mengantarkan obat, Kenan Mohi dan Hendy yang berboncengan motor, dicegat OTK di Jalan Gunung Distrik Dekai, yang kemudian menanyakan kewarganegaraan korban serta meminta korban menunjukkan KTP.  

”(Pelaku) memegang dua pisau sangkur, menanyakan kedua korban tersebut kalau kalian orang mana, orang Indonesia, mana KTP-nya. Setelah KTP diterima, pelaku menuju ke arah belakang korban (korban di atas sepeda motor) dan langsung menusuk bagian punggung korban,” terang Kamal. Pelaku lainnya yang datang dari arah hutan memegang satu buah sangkur menusuk leher korban. ”Kasus tersebut dalam penanganan Polres Yahukimo,” kata Kamal. (al)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed